Ketua Panitia Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun Ajaran (TA) 2018/2019, Fathur Rahman.F.Jailani / Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Tahun 2019, Fathur Rahman mengatakan pelaksanaan UN Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Kepri, Senin (25/3) tuntas. Menurutnya, baik itu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) berjalan dengan baik.

“Sampai saat ini, kami belum ada menerima laporan kendala pelaksanaan UN dari daerah-daerah. Artinya, semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Fathur Rahman, kemarin.

Pria yang menduduki jabatan sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri tersebut juga mengatakan, panitia juga belum ada menerima laporan dari masing-masing sekolah penyelenggara UNBK dan UNKP yang peserta tidak hadir.

“Sebelum UN digelar, tentu kita sudah menghimbau kepada sekolah untuk mengingkatkan anak didiknya supaya menjaga kondisi kesehatan. Karena memang kita tidak menginginkan ada peserta yang tidak ikut,” jelas Fathur.

Disebutkannya, khusus untuk peserta UNBK SMK ada sebanyak  83 sekolah Negeri dan Swasta. Sedangkan sisanya masih menerapkan UNKP. Sedangkan peserta UN SMK Tahun 2019 adalah sebanyak 9.189 pelajar kelas XII yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.

“Dari 98 sekolah, hanya 69 sekolah yang mampu melaksanakan UNBK secara mandiri. Sedangkan lainnya masih menggunakan sistem resourse sharing atau menggunakan sumber daya sekolah terdekat,” jelasnya lagi.

Mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) tersebut menambahkan, ada beberapa persoalan yang menjadi kendala, sehingga belum semua daerah menerapkan UNBK. Karena dari tujuh Kabupaten/Kota, hanya Tanjungpinang yang 100 persen.

“Rentang kendali, jaringan internet, listrik, dan perangkat tentunya menjadi faktor penghalang. Namun secara perlahan, sudah ada peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu,” tutup Fathur Rahman.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat memberikan motivasi kepada peserta UNBK di SMK Negeri 2 Tanjungpinang, mengatakan, salah satu kunci utama agar pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan lancar adalah ketenangan.

“Ketenangan sangat dibutuhkan dalam menjalankan setiap rangkaian ujian. Kalau kita tenang insyaAllah apa yang telah adik-adik pelajari selama sebelum ujian akan menjadi modal untuk menjawab soal,” ujar Nurdin.

Atas dasar itu, Gubernur pun yakin bahwa anak-anak di Kepri mampu untuk menuntaskan Ujian Nasional dengan target lulus 100 persen. Yakni, sebagaimana yang selalu digaungkan di sekolah-sekolah setiap tahunnya.

“Tahap persiapan memang paling utama, siswa harus belajar dengan giat dan para guru pun harus terus memberikan motivasi dan bahan ajar yang maksimal dan yang paling penting adalah terus berdoa,” jelas Nurdin.

Pemerintah pun dikatakan Nurdin terus meningkatkan kualitas pendidikan di semua lini sehingga terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas sebagai tonggak penerus masa depan. Menurut Gubernur, pemerintah akan terus berusaha menciptakan fasilitas pendidikan berupa sarana dan prasarana penunjang yang representatif.

“Kita tentu sangat menginginkan proses pendidikan dapat berjalan semakin lancar,” tutup Nurdin.

Seperti diketahui, UNBK dan UNKP berlangsung selama empat hari, yakni mulai 25 Maret 2019 sampai 28 Maret 2019. Adapun jadwal ujian nasiolannya adalah Senin (Bahasa Indonesia),Selasa (Matematika), Rabu (Bahasa Inggris) dan Kamis (Teori Kejuruan).(jpg)

Loading...