Suasana Rapat Koordinasi Gubernur, Bupati / Wali Kota bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).F.Jailani / Batam Pos

batampos.co.id – Setengah jam berlangsungnya rapat koordinasi dan evaluasi pencegahan korupsi dengan KPK, sejumlah Kepala Daerah mulai resah dan gelisah. Bahkan ada Bupati dan Walikota kompak keluar ruangan dengan berdalih ke kamar kecil.

Pantauan di lapangan, kedua kepala daerah tersebut adalah Bupati Natuna, Hamid Rizal dan Bupati Karimun, Aunur Rofiq. Selain itu, Bupati Bintan, Apri Sujadi juga keluar ruangan pertemuan. Namun Apri tidak menuju ke kamar mandi, tetapi memilih untuk merokok.

Loading...

Selain itu, nama turut keluar ruangan dan menuju toilet adalah Sekda Kepri, TS. Arif Fadillah dan Sekda Kota Tanjungpinang, Riono. Menurut Riono, kondisi dalam ruangan rapat sangat dingin. Sehingga menyebabkan mudah untuk buang air kecil.

“Dingin kali didalam,” ujar Sekda Riono menjawab pertanyaan media.

Kemudian sekitar pukul 10.30 WIB, giliran Wakil Gubernur Kepri, Isdianto dan Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak. Jumaga yang keluar langsung menyalakan rokok tersebut tersebut juga mengaku keluar dari ruangan untuk buang air kecil. Baik Isdianto maupun Jumaga sama-sama menuju ruangan Wakil Gubernur Kepri yang berada disebelah ruangan rapat tersebut.

“Kita mendukung langkah KPK, apalagi ini langkah untuk menceah terjadinya segala bentuk KKN,” ujar Jumaga.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan, dalam rapat koordinasi ini ia menyampaikan tentang perlunya penguatan asesmen dan dan peningkatan peran Aparatur Penyidik Internal (APIP). Menurut Jumaga, jika semua pihaknya mengikuti aturan KPK, tentu praktik korupsi bisa ditekan.

“Semua pihaknya harus mendukung langkah yang dilakukan KPK,” tegas Jumaga Nadeak.(jpg)

Loading...