Bawaslu dan Jajaran Polres Tanjungpinang bersama awasi rekapitulasi PPK, Senin (22/4). F.Bawaslu Kota Tanjungpinang untuk Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang akan perketat proses pengawasan terhadap lima Tempat Prmungutan Suara (TPS) yang akan mengadakan Pemungutan Suara Ulang (PSU), Senin (22/4).

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhamad Zaini menjelaskan bahwa dampak dari PSU berpotensi terjadinya dugaan politik uang atau money politik, karena oknum tertentu akan mempengaruhi warga untuk memilih caleg tertentu dengan segala macam cara.

Loading...

“Maka Bawaslu akan kerahkan semua jajaran Pengawas TPS, Panwaslu Kelurahan, Kecamatan, Pemantau Pemilu, Gerakan Pramuka, Relawan serta bersinergi dengan Sentra Gakkumdu dan masyarakat untuk mencegah, melawan serta melaporkan adanya praktek money politik,” tegas Zaini.

Dijelaskan Zaini jika terdapat oknum yang terbukti melakukan kejahatan money politik terancam sanksi tiga tahun penjara dan denda uang Rp 36 juta rupiah, sebagaimana diatur dalam Pasal 523 Ayat tiga Undang-Undang Nomor tujuh Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Bawaslu mengajak semua elemen untuk mengawal dan menjaga pemilu yang bersih, bermartabat dengan menolak, melawan dan melaporkan segala bentuk praktek money politik, “imbau Zaini.

Sebelumnya KPU Kota Tanjungpinang telah mengumumkan akan dilaksanakan PSU di Kelurahan Pinang Kencana di TPS 14, dan di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti TPS 14, 17, 31 dan 32, karena adanya pemilih yang bukan pemilih Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan tidak memiliki form A5 pindah pilih, yang ikut mencoblos di TPS tersebut.

“Hasil investigasi lapangan terdapat pemilih ber-KTP luar Kota Tanjungpinang, bahkan dari luar Kepri yang tidak membawa form A5, “ungkapnya.(cr2)

Loading...