Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin. F.Istimewa

batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin mengatakan pembangunan Pasar Induk Kepri di Tanjungpinang ditargetkan terlaksana pada 2020 mendatang. Menurutnya, lewat APBD Perubahan 2019 ini, proses pembebasan lahan tuntas.

“Sejauh ini, kami sudah menyelesaikan beberapa tahapan. Lokasi pembangunan sudah dimasukan ke dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) oleh Pemko Tanjungpinang,” ujar Burhanuddin, Selasa (23/4) di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Loading...

Dijelaskannya, pihaknya bersama dengan Pemko Tanjungpinang dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga sudah mengantongi nama-nama pemilik lahan yang akan dibangun Pasar Induk Kepri. Saat ini, masih dalam proses pembahasan.

“Kita berharap, semua tahapan belum tuntas, rampung pada tahun ini. Kami juga sudah berbicara dengan Pemko Tanjungpinang, untuk segera menerbitkan Surat Keterangan Tidak Ada Permasalahan,” jelasnya.

Dikatakannya juga, pembuatan Detail Engineering Design (DED) membutuhkan anggaran sekitar Rp1 miliar lebih. Kemudian untuk pembebasan lahan lebih kurang Rp10 miliar. Berapa yang harus dibayar, nanti akan ada tim apraisal yang menilai.

“Untuk pembangunan fisik, kita menggunakan APBN. Adapun alokasi anggaran yang diajukan ke pusat adalah sebesar Rp265 miliar,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut katanya, Pasar Induk Kepri itu nanti, akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Karena memang konsepnya tradisional dan modern. Seperti arena permainanan, taman, bahkan ada juga cold storage dan pergudangan. Pembangunan infrastruktur pasar diarea lahan seluas lebih kurang 5 hektar tersebut ditargetkan rampung dalam dua tahun anggaran.

Pria yang pernah bertugas di Provinsi Riau tersebut juga mengatakan, untuk kebutuhan bongkar muat barang, juga akan dibangun Pelabuhan yang terhubung langsung kebagian pasar. Sehingga bisa memecah kepadatan aktivitas bongkar muat yang terjadi Pelabuhan-Pelabuhan yang ada di Tanjungpinang.

“Tentu ini akan memudahkan proses distribusi kebutuhan ke pulau-pulau sekitar. Sehingga tidak lagi bertumpu di kawasan Pelantar II Tanjungpinang,” tutupnya.(jpg)

Loading...