Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun.F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan salah satu pekerjaan besar yang harus diselesaikan oleh Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pembangunan Kepri, Azwardi adalah masalah Participating Intrest (PI) Minyak dan Gas (Migas) 10 persen di Blok North West Natuna (NWN). Ia berharap, sumber tersebut bisa menyembuhkan perusahaan yang sedang sakit.

“Salah satu pertimbangan saya menjatuhkan pilihan kepada Azwardi (Mantan Ketua Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah, Kepri), karena punya komunikasi yang baik, “ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (24/4).

Loading...

Ditegaskan Gubernur, selain masalah PI Migas, tentu banyak pekerjaan rumah lainnya yang harus dibenahi oleh Direktur terpilih. Ia berharap, kepercayaan yang diberikannnya ini, dijawab dengan bangkitnya BUMD PT Pembangunan Kepri.

“Kita harus selalu optimis dan berprasangka baik. Apalagi dalam sesi wawancara juga sudah menyampaikan program-program kerjanya,” tegas Gubernur.

Menurut Gubernur, Direktur BUMD harus berpikir sebagai seorang entrepreneurship. Masih kata Gubernur, persoalan yang terjadi sebelumnya, hendaknya menjadi pengalaman berharga. Artinya, jangan mengulangi persoalan yang sama.

“BUMD adalah tulangpunggung pemerintah daerah. Tentu saya sangat berharap, perusahaan milik Pemprov Kepri ini bisa memberikan kontribusi positif dalam mengisi pembangunan daerah, “paparnya.

Ditambahkannya, sekecil apapun peluang yang ada, hendaknya ditangkap. Sehingga bisa membantu perusahaan untuk bernapas. Ia yakin, meskipun butuh waktu, BUMD Kepri akan bangkit kembali.

“Kuncinya adalah niat kita untuk berbuat dan memberikan perubahan yang lebih baik. Artinya tidak berpikir untuk kepentingan individu atau kelompok, “tutup Gubernur Nurdin.

Terpisah, Kepala Biro Ekonomi, Pemprov Kepri, Herry, Andrianto mengatakan persoalan PI Migas sudah diambang tuntas, karena tinggal selangkah lagi. Menurut Herry, apabila Santos sebagai pemegang Blok NWN sudah menyurati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), maka persoalan selesai.

“Perusahaan tersebut mulai beroperasi pada 2021 mendatang. Adapun perusahaan yang terlibat adalah PT Kepri North West Natuna (KNWN) yang dipegang oleh Huzrin Hood, “ujar Herry yang merupakan Komisaris Utama, PT KNWN tersebut.(jpg)

Loading...