Wagub Kepri, H Isdianto terima kunjungan Kepala BKKBN Provinsi Kepri Mediherianto, diruang kerja Wakil Gubernur Graha Kepri Batam, Kamis (25/4) sore.F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

batampos.co.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional berharap dukungan Wakil Gubernur Kepri, H Isdianto untuk menyukseskan progam grand design kependudukan. Program ini tengah disusun bersama antara BKKBN dan Pemprov Kepri.

“Pada prinsipnya saya sangat mendukung dan akan terus mensuport prorgam ini, ”tegas Wagub Kepri Isdianto saat menerima Kepala BKKBN Provinsi Kepri Mediherianto, diruang kerja Wakil Gubernur Graha Kepri Batam, Kamis (25/4) sore.

Loading...

Mediherianto hadir didampingi Sekretasis  BKKBN Syaifuddin. Hadir juga staf khusus Herizal Hood. Dijelaskan Isdianto, kalau prorgam ini juga merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri No 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan Penegendalian dan Evaluasi Penduduk.

Dukungan yang diberikan ini, diyakini BKKBN akan mempercepat realisasi pelaksanaan program tersebut. Terlebih keberhasilan program ini, akan memudahkan Provinsi Kepri menyusun arah kebijakan pembangunan kependudukan.

Sejauh ini menurut Mediherianto, kajian grand design masih dalam pembahasan di Barenlitbang Provinsi Kepri. Leading sectornya memang di Barenlitbang. Karena itu, mereka berharap wagub ikut mengawal agar pembahasan bisa cepat selesai.

Wagub Kepri, H Isdianto berdialog dengan Kepala BKKBN Provinsi Kepri Mediherianto, diruang kerja Wakil Gubernur Graha Kepri Batam, Kamis (25/4) sore.F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

Memasuki Ramadhan, pihaknya berencana untuk turun ke kabupaten / kota di Kepri. Menurut Mediherianti, mereka akan mensosialisasikan sekaligus meminta peran aktif bupati walikota mensukseskan program grand design kependudukan tersebut.

“Karenanya bila ada agenda wagub turun ke kabupaten / kota, bisa kami dilibatkan biar sekaligus kita menggesa program kependudukan ini.  Dan untuk yang satu ini, kami  senantiasa siap menyesuaikan jadwal pak wagub, ”kata Mediherianto.

Pada kesempatan tersebut, Mediherianto juga menjelaskan akan program Kampung KB. Sejak diluncurkan tahun 2016 lalu, keberadaan Kampung KB di Kepri sudah banyak berdiri. Hanya saja, dalam pelaksanaan  belum semua didukung  lintas sektor yang ada.

Karenanya dalam perjalananya keberadaan Kampung KB  masih belum terasa maksimal. Padahal masalah ini sudah mendapat atensi gubernur dengan  telah dikeluarkannya  instruksi agar tiap kabupaten / kota  mengaktifkan kampung KB sekaligus memiliki percontohan Kampung KB guna menjadi model dan percontohan, tutupnya.(cca)

Loading...