Kadispora Tanjungpinang, Djasman mimpin rapat awal penyusunan Naskah Akademis Ranperda tentang Pelayanan Kepemudaan Kota Tanjungpinang, di kantor Dispora Kota Tanjungpinang, Kamis (25/4). F.Diskominfo Tanjungpinang untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tanjungpinang, Djasman mengatakan saat ini di Tanjungpinang terdapat sekitar 61 ribu orang yang masuk dalam kelompok umur pemuda.

Untuk mengoptimalkan upaya pemerintah dalam meningkatkan peran aktif dan partisipasi pemuda kata Djasman, diperlukan peraturan daerah tentang kepemudaan.

Loading...

“Tanjungpinang memiliki potensi kepemudaan yang cukup besar. Yang tercatat sekitar 61 ribu jiwa. Kita harus mampu mengambil manfaat dari potensi ini. Namun sebelumnya kita perlu merumuskan suatu kebijakan daerah, agar hasilnya lebih optimal, “kata Kadispora Tanjungpinang, Djasman usai memimpin rapat awal penyusunan Naskah Akademis Ranperda tentang Pelayanan Kepemudaan Kota Tanjungpinang, di kantor Dispora Kota Tanjungpinang, Kamis (25/4).

Penyusunan naskah akademis itu sendiri melibatkan berbagai unsur pemuda dan lintas OPD di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Menurut Djasman, hal ini ditujukan agar produk hukum mengenai kepemudaan nanti, mampu mengakomodir segala kepentingan yang menyangkut pengembangan kepemudaan.

“Adanya payung hukum, diharapkan mampu dijadikan dasar dan pedoman bagi pemerintah daerah dalam menyusun program dan kebijakan pembangunan kepemudaan, “ungkapnya.

Meski belum memiliki produk hukum, pembangunan kepemudaan di Kota Tanjungpinang tetap berjalan secara parsial melalui berbagai program dan kegiatan yang ada di lintas OPD. Dispora sebagai leading sektor dalam urusan kepemudaan dan penyusunan produk hukum mengenai kepemudaan lebih ditujukan untuk menghimpun dasar-dasar bagi penyusunan program pembangunan pemuda di Tanjungpinang.

Penyusunan naskah akademis melalui kerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji tersebut akan mengidentifikasi apa saja permasalahan kepemudaan di Tanjungpinang dan solusinya, landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis. Namun yang paling penting adalah bagaimana arah pengaturan, sasaran, ruang lingkup, dan rekomendasi pembangunan pemuda di Tanjungpinang.

“Tahapan selanjutnya kita akan melaksanakan FGD (focus group discussion) dengan melibatkan berbagai pihak, terutama seluruh elemen pemuda. Ini diperlukan untuk membangun keakuratan data-data yang kita perlukan dalam pembangunan pemuda,” pungkasnya.(cr2)

Loading...