Ilustrasi gardu PLN. F. yusnadi / Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri kembali mendesak PLN Batam untuk segera menuntaskan persoalan kelistrikkan yang terjadi di Batam dan Pulau Bintan. Bahkan menyarankan PLN untuk segera mencari solusi jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan dasar listrik kepada masyarakat.

“Hasil evaluasi kami pada 7 Mei 2019 lalu, daya mampu PLN Batam secara keseluruhan adalah 450 mega watt (MW). Kami sudah meminta PLN untuk mencari solusi jangka pendek lewat surat resmi 13 Mei 2019 lalu,” ujar Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi di Tanjungpinang, kemarin.

Loading...

Menurut Hendri, dengan kondisi kapasitas daya mampu tersebut, maka dapat disimpulkan sistem kelistrikan PLN Batam pada kondisi beban normal atau berada pada status siaga. Sedangkan pada kondisi puncak berada pada status defisit. Menyiasati persoalan tersebut, pihaknya meminta PLN Batam untuk menyampaikan situasi terkini kepada masyarakat.

“Harus ada langkah kongkrit yang harus disampaikan PLN kepada masyarakat Batam dan Pulau Bintan. Yakni untuk mengatasi status siaga atau defisit tersebut,” tegas Hendri.

Mantan Kasubag Protokol Pemprov Kepri tersebut juga mendesak PLN Batam untuk menyampaikan rencana setrategis jangka panjang kepada masyarakat. Yakni terkait upaya yang akan dilakukan untuk memenuhi standar mutu dan keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung masuknya investasi di Provinsi Kepri. Sehingga akan memberikan pengaruh bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita menuntut PLN untuk mencari solusi jangka pendek, dan melaksanakan rencana pembangunan pembangkit listrik yang baru bagi kebutuhan jangka panjang,” tutup Hendri Kurniadi.

Terpisah, Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mendesak Bright PLN Batam segera menambah pembangkit baru. Mengingat, perkembangan pembangunan yang semakin pesat sehingga berdampak pada kebutuhan listrik yang semakin meningkat. Menurutnya, selain pesatnya pembangunan, faktor seringnya terjadi pemadaman juga mendasari pihaknya agar Bright PLN Batam segera menambah pembangkit dengan membangun Tanjung Kasam II.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menjelaskan, pembangunan Tanjung Kasam II ini juga nantinya akan menambah jumlah pembangkit listrik yang berbahan bakar batu bara. Menurutnya pembangunan PLTU Tanjung Kasam II adalah yang paling cepat ketimbang harus membangun PLTU lain. Ia mengatakan pembangunan PLTU Tanjung Kasam II ini hanya memerlukan waktu dua tahun dan bisa langsung beroperasi karena sudah ada lahannya serta memiliki pelabuhan bongkar muat batu bara sendiri.

Ditegaskannya, saat ini perbandingan jumlah pembangkit yang menggunakan gas sebesar 75 persen. Sedangkan batu bara sebesar hanya 25persen. Jumlah tersebut dianggap tidak seimbang, terutama ketika jaringan gas bermasalah atau sedang dalam masa pemeliharaan maka sebagian besar pembangkit di Batam akan berhenti beroperasi dan berakibat pasokan daya listrik berkurang drastis.

“Selain itu mengingat tren harga gas yang setiap tahun naik secara otomatis juga mempengaruhi biaya produksi yang akhirnya berimbas pada tarif dasar listrik yang tinggi. Tentu untuk batu bara lebih murah,” ujar Irwansyah, kemarin.(jpg)

Loading...