ROMA Ardadan Julica (kiri) bersama tiga tersangka lainnya saat ekspose di Mapolda Jambi, Senin (13/5) lalu.

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, mengatakan jauh sebelum perkara ini terjadi, ia sudah memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kepri untuk melakukan pemecatan terhadap Roma Ardadan.

Menurut Gubernur, tindakan tersebut dilakukan, lantaran pejabat terkait sudah tidak pernah menjalankan tugas sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Loading...

“Karena sudah tidak pernah masuk kantor, tentu melanggar dari disiplin seorang ASN,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media di Pelantar II, Tanjungpinang, kemarin.

Bahkan Nurdin juga buka rahasia bahwa Roma Ardadan pernah meminta jabatan tertentu kepada dirinya. Namun, karena tidak disiplin sebagai seorang PNS, ia menolak memberikan jabatan kepada Roma Ardadan. Menurut Nurdin, pihaknya sudah berupaya melakukan pembinaan, namun Roma Ardadan tidak ada menunjukkan itikad baik untuk berubah.

Ditanya apakah ia sudah menerbitkan surat keputusan (SK) pemberhentian atas nama Roma Ardadan? Mantan Bupati Karimun tersebut mengklaim sudah mengeluarkan SK tersebut. Sehingga ia menilai Roma Ardadan tidak lagi sebagai PNS di Pemprov Kepri.

Meskipun memberikan penegasan demikian, Nurdin akan mengecek kembali sudah diteken atau belum.

“Sepengetahuan saya sudah diteken, tetapi nanti saya cek lagi masalah ini,” tegas Gubernur Nurdin.

Ditambahkannya, persoalan narkoba dan korupsi adalah dua masalah yang sama-sama harus diperangi. Ia mengharapkan masalah ini menjadi cerminan bagi pegawai dan pejabat Pemprov Kepri yang lainnya. Jika ada yang terlibat dengan dua perkara itu, sanksi yang diterima bukan hanya hukuman penjara saja, tetapi juga sanksi berat berupa pemberhentian dengan tidak hormat.

“Apalagi narkoba, hukuman terberatnya adalah hukuman mati,” kata Nurdin. (jpg)

Loading...