Kadinkes Dalduk KB, Rustam. F. Peri Irawan / Batam Pos

batampos.co.id – Pengawasan Makanan takjil yang dilakukan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Tanjungpinang yang bekerjasama dengan loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) belum menemukan zat berbahaya pada makanan takjil yang dijajakan masyarakat pada bulan Ramadan.

“Sudah dilajukan uji coba pada 70 jenis dan takjil semua aman,” Kata Kadis Dinkes Dalduk KB, Rustam, Selasa (14/5).

Loading...

Rustam mengatakan pada pengawasan yang dilakukan oleh timnya, sudah melakukan pemeriksaan di beberapa tempat yaitu di jalan pemuda, batu lima dan Engku Putri dan Pramuka serta di jalan Sumatera tepatnya di jalan Bali,  Pasar,  Belakang KFC Temiang dan Meja Tujuh.

“Berlanjut hingga lokasi jajanan makanan di Batu Sembilan hingga ganet,” ujarnya.

Rustam menjelaska cara pemeriksaan makanan takjil tersebut silakukan dengan cara meneteskan zat kepada makanan tersebut, bila berubah warna maka berindikasi mengandung beberapa bahan terlarang diantaranya borak, formalin dan Rodamin B dan lainnya.

“Selama pemeriksaan dilakukan kami sama sekali belum menemukan makanan yang mengandung bahan tersebut,” katanya.

Dijelaskan Rustam, kebanyakan bahan tambahan yang digunakan masyarakat masih kategori aman, seperti pewarna makanan dan induk gula, dan saat ini induk gula masih terbilang aman walaupun sebenarnya Dinkes tidak menyarankan, terlebih untuk konsumsi anak-anak.

“Boleh tetapi kami tidak menyarankan untuk menggunakannya” ujarnya.

Selain induk gula, juga masih ditemukan beberapa orang pedagang yang menjual es batu menggunakan air yang tidak dimasak terlebih dahulu atau sumber air yang tidak jelas, pada dasarnya juga tidak baik untuk kesehatan.

“Kami harapkan kepada para pedagang juga memikirkan aspek kesehatan pembeli, sebaiknya menggunakan es batu yang dimasak terlebih dahulu,” katanya.

Hal lain yang juga masih ditemukan adalah pedagang yang tidak menyediakan tong sampah disekitar tempat berjualan sehingga lingkungan sekitar tempat jualan jadi tercemar dan menjadi sumber penyakit.

“Otomatis akan banyak lalat yang datang jika lingkungan tempat jualan kotor,” paparnya.

Masih Rustam, hal kecil lain yang juga jadi perhatian adalah pembungkus jajanan takjil, beberapa pedagang masih menggunakan kertas koran, dan tidak menggunakan penjepit makanan.

“Kami juga menemukan jajanan yang langsung diambil menggunakan tangan saat dimasukkan ke dalam kantong plastik,” ujarnya. (cr2)

Loading...