Kepala BPOM Tanjungpinang, Mardianto (kanan) didampingi Kasi Penindakan BPOM Batam memeprlihatkan produk pangan ilegal yang disita BPOM Tanjungpinang, Selasa (21/5). F.Yusnadi / Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang bersama BPOM Batam, menggerebek gudang ilegal di Kawasan Pelantar II Tanjungpinang Kota, Selasa (21/5). Saat penggerebekan, petugas menemukan 8.754 bungkus produk pangan olahan tanpa izin edar dan 270 bungkus kosmetik ilegal.

Kepala BPOM Tanjungpinang Mardianto menjelaskan, berdasarkan informasi dari masyarakat, petugas BPOM Tanjungpinang langsung melakukan pemeriksaan ke gudang pangan yang diduga menyimpan produk pangan ilegal atau tidak memiliki izin edar asal luar negeri dengan nilai ekonomi lebih kurang Rp300juta.

Loading...

Produk pangan ilegal yang disita berupa minuman dan makanan berbagai merek yang terdiri dari produk susu, vetsin, mentega, kecap, minyak makan dan minyak sapi serta produk kosmetik berupa pasta gigi.

“Ada 70 jenis produk pangan ilegal dan satu jenis kosmetik ilegal,” jelas Mardianto di Kantor BPOM Tanjungpinang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui gudang pernah dilakukan pemeriksaan dan penindakan. Pemilik berinisial D juga telah diberi peringatan serta pembinaan.

Pemilik, lanjut Mardianto dapat dijerat pasal 142 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan 106 ayat 1 jo pasal 197 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Pemilik gudang akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Atas temuan produk ilegal tersebut, BPOM Tanjungpinang meminta kepada masyarakat agar selalu waspada dalam membeli produk pangan  apapun. Disarankan untuk terlebih dahulu mengecek status izin edar pada kemasan produk.

“Yang jelas produk ilegal tidak diperjualbelikan,” jelas Mardianto.¬†(odi)

Loading...