Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah.F.Yusnadi / Batam Pos

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan money politic atau politik uang yang dilakukan oknum Calon Legislatif (Caleg).

Kepala Seksi Intel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah menjelaskan, pihaknya telah menerima tiga SPDP kasus politik uang dengan enam terlapor. Satu SPDP dengan terlapor RSF. Satu SPDP dengan terlapor MA, AG dan YSR. Satu SPDP lainnya dengan terlapor BAP dan WS. “SPDP kami terima tanggal 14 Mei lalu,” katanya, Selasa (21/5).

Loading...

Selanjutnya, Kejari Tanjungpinang menunggu hasil penyidikan dari penyidik Polres Tanjungpinang. “Kami akan tindak lanjuti sesuai hukum acara,” kata Rizky.

Pasal yang dikenakan terhadap terlapor yakni pasalĀ 523 ayat 2, Undang-Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017 dengan ancaman pidana 3 tahun penjara dan denda Rp36juta. “Kami akan teliti tiga SPDP tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tanjungpinang melimpahkan proses penyidikan kasus politik uang tiga Calon Legislatif (Caleg), berinisial M, R dan B, ke Satreskrim Polres Tanjungpinang. Dugaan tersebut dilakukan oknum saat berlangsungnya masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu). (odi)

Loading...