Penumpang kapal feri tujuan antarpulau saat di Pelabuhan SBP Tanjungpinang terlihat normal, Selasa (11/6).F. Peri Irawan / Batam Pos

batampos.co.id – Selama Operasi ketupat seligi yang digelar pada 29 Mei hingga 10 Juni 2019, Polres Tanjungpinang mendapatkan sejumlah laporan tindak kriminal seperti penganiayaan, pencabulan, serta kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, pihaknya telah mengamankan seluruh pelaku pelanggaran hukum tersebut. Meskipun begitu, Polres Tanjungpinang mengklaim, angka kejahatan yang terjadi selama operasi Ketupat Seligi, menurun dibanding operasi yang digelar tahun lalu.

Loading...

“Seluruh kasus sudah kami tangani,” jelasnya usai menutup Operasi Ketupat Seligi di pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Senin (10/6) malam.

Lebih lanjut, Ucok menerangkan, selama pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri di pelabuhan Sri Bintan Pura dan Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, pihaknya bersama instansi terkait lainnya, telah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Menurut Kapolres arus mudik dan arus balik berjalan aman dan lancar tanpa gangguan keamanan.

“Dengan kesadaran masyarakat yang tertib di pelabuhan dan bandara, sehingga tidak terjadi kepanikan dan gangguan,” paparnya.

Selain itu, pengecekan pos pengamanan ini dapat memberikan motivasi kepada personel Polres Tanjungpinang yang yang telah melaksanakan tugas pengamanan pada Operasi Ketupat Seligi 2019.

“Kesiapan operasi tidak lain untuk menumbuhkan ketenangan serta rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tutupnya. (odi)

Loading...