Tidak terlihat label harga pada lapak dagang ikan basah di Pasar Baru Tanjungpinang, Selasa (11/6). F.Peri Irawan / Batam Pos

batampos.co.id – Program Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, tentang pemasangan label harga pada beberapa jenis komoditas di Pasar Baru Tanjungpinang belum berjalan maksimal, Selasa (11/6).

Pantauan Batam Pos, di lapak pedagang penjual ikan tidak ada pedagang yang memasang label harga pada dagangannya.

Loading...

Acui, 43, salah satu pedagang mengaku, alasan tidak memasang label harga pada dagangannya karena label itu hilang beberapa waktu lalu.

“Saat usai jualan biasanya saya simpan disini, namun tidak tau leteknya sekarang,” ujarnya.

Selain itu, alasan lain tidak memasang label harga ikan karena harga ikan sering berubah setiap harinya, sehingga menyulitkannya untuk merubah label harga setiap harinya.

“Kadang sekarang harganya Rp 30 ribu per kilogram (Kg) tapi besok sudah beda lagi bisa Rp 25 ribu atau  Rp 40 ribu per Kg,” sebutnya.

Meski demikian, Terpantau masih terdapat beberapa pedagang yang menjual berbagai macam ikan asin di Pasar Baru yang mematuhi Program dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, seperti toko Suhadi dan Murni Baru.

Menanggapi hal tersebut, Kadisperdagin Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani mengatakan akan kembali melakukan pantauan dan penegasan ke pedagang ikan di Pasar Baru agar mematuhi Peraturan Wali Kota (Perwako) nomor 15 tahun 2019 tersebut.

“Besok kita akan turun lagi ke pasar dan meminta para pedagang untuk mematuhinya,” kata Yani.

Yani mengatakan, label yang dipasang merupakan harga tawar yang nantinya bisa ditawar oleh pembeli, sehingga tidak akan akan yang dirugikan.

“Label harga tersebut tidak akan menghilangkan kebiasaan warga untuk tawar menawar,  hanya memberikan gambaran harga saja,” tambahnya. (cr2)

Loading...