Lapak pedagang cabai di pasar tradisional Bintan Center, Senin (10/6). F.Peri Irawan / Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri dan Tanjungpinang serta Satgas Pangan Tanjungpinang menggelar inspeksi mendadak (sidak) harga di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Selasa (11/6). Hasilnya, petugas menemukan adanya kenaikan harga cabai yang dijual pedagang.

Kepala Bidang Pengendalian Perdagangan Dalam Negeri, Rio Desmawati menjelaskan, paska Idul Fitri terdapat kenaikan harga yang bervariasi. Pada Senin (10/6) lalu, harga cabai merah mencapai Rp 95 ribu per kilogram (Kg).

Loading...

Namun pada hari ini (kemarin, red), harga cabai merah turun menjadi Rp65ribu per Kg. Kenaikan harga cabai, kata Rio, disebabkan adanya tingginya ongkos kargo transportasi udara yang membawa cabai merah dari Yogyakarta.

“Kami sudah koordinasi dan dengan distributor dan pedagang umtuk mencari solusi agar harga menjadi normal seperti sebelum puasa,” jelasnya.

Untuk menekan dan sekaligus mengantisipasi kenaikan harga dalam jangka pendek, lanjut Rio, pihaknya bersama Satgas Pangan akan segera membuka pasar murah. “Dalam waktu dekat, kami akan bekerja sama dengan petani lokal untuk membuka pasar murah,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang cabai, Robert mengaku adanya kenaikan harga. Hal tersebut disebabkan ongkos pengiriman cabai dari luar daerah juga mengalami kenaikan. Sehingga pasokan cabai merah yang masuk ke Tanjungpinang mengalami penurunan.

“Karena pasokan cabai sedikit, kebutuhan meningkat, jadi harga pun naik. Selain itu kenaikan harga juga dipengaruhi arus mudik dan arus balik,” ujarnya. (odi)

Loading...