Kepala Kantor BPS Provinsi Kepri, Zulkipli, F.Peri Irawan / Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Zulkipli menjelaskan perkembangan inflasi pada bulan Mei 2019 terjadi kenaikan sebesar 1,01 persen,  terjadi kenaikan harga indeks konsumsi dari 137,18 pada bulan April menjadi 138,56 pada bulan Mei.

“Ini bukan tertinggi, pernah beberapa tahun lalu mencapai 1,2 persen,” kata Zulkipli, Selasa (11/6).

Loading...

Dijelaskan Zulkipli, inflasi disebabkan kenaikan bahan makanan dan biaya transportasi, menjelang Lebaran dan puasa sering terjadi kenaikan harga pada kebutuhan masyarakat, seperti harga sayuran umumnya mengalamin kenaikan, gula pasir, daging ayam dan komoditas lainnya.

“Namun inflasi tertinggi tetap di Batam mencapai 1,03 persen sedangkan Tanjungpinang hanya 0,89 persen,” ujarnya.

Hingga saat ini, inflasi yang terjadi di Kepri masih di atas inflasi nasional yang hanya 0,68 persen, dan secara kumulatif juga lebih tinggi Kepri di angka 1,51 persen sementara nasional 1,46 persen.

“Yang jadi perhatian inflasi tahun ke tahun berada pada posisi 4,08 persen, sementara nasional hanya 3,22 persen,” paparnya.

Selama sisa tujuh bulan terakhir, betul betul harus dikendalikan agar inflasi yang terbilang tinggi tidak terus berlanjut, dan butuh kerja keras pemerintah daerah untuk menekan terjadinya inflasi.

“Terutama kebutuhan harian masyarakat seperti makanan, transportasi, biaya kesehatan,” tambahnya.

Meski demikian, masih terdapat kelompok yang tidak mengalami inflasi seperti kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.(cr2)

Loading...