Hengky Suryawan.F.Yusnadi / Batam Pos

batampos.co.id – Pengusaha Kapal Kepri, Hengky Suryawan menyoroti sejumlah persoalan yang harus dituntaskan oleh Pemerintah Daerah, khususnya di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Menurut Hengky, Kepri memiliki dua wajah, yakni Pelabuhan dan Bandara.

“Dua wajah ini harus kita tata dengan baik. Sehingga menjadi magnet bagi masuknya investasi yang berguna untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Hengky Suryawan di Tanjungpinang, Rabu (12/6).

Pria yang merupakan Ketua Perasatuan Umat Buda Indonesia (Permabudhi) Provinsi Kepri tersebut juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang berani melakukan pembangunan strategis, yakni Penataan Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang. Namun demikian, ia menyangkan, kenapa pembangunan tersebut tidak sinergikan langsung dengan kawasan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

“Pemprov Kepri sudah melakukan reklamasi di Kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang. Tapi tidak menyentuh langsung kawasan Pelabuhan SBP, Tanjungpinang. Padahal pembangunan besar ini, bisa membuka ruang bagi akses yang refresentatif menuju Pelabuhan tersebut,” papar Hengky.

Lebih lanjut katanya, Pelabuhan dan Bandara merupakan dua pintu masuk bagi Kepri sebagai daerah Kepulauan yang menjadi prioritas, maka kemudahan akses dengan adanya jalan yang luas dan layak dirasa perlu terlebih untuk mengurai kemacetan. Sebagai anak tempatan, pihaknya juga berkomitmen untuk turut mengisi pembangunan daerah.

“Kita sudah ada rencana untuk pembangunan Mall dan Perhotelan di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Tabib, Tanjungpinang. Namun rencana ini, harus didukung dengan pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Daerah,” jelas Hengky.

Disebutkannya, jalan yang direncanakan adalah mulai dari depan jalan keluar Bandara Raja Haji Fisabillah (RHF) menuju depan RSUD Tanjungpinang. Masih kata Hengky, karena didalam maket yang sudah dirancang bersama Pemko Tanjungpinang, sebelumnya akan terdapat bundaran yang kemudian akan menyebar jalan tersebut menjadi kedua arah yakni menuju Kantor Wali Kota di Senggarang dan Kantor Gubernur di Pulau Dompak.

“Diarea depan RSUD sendiri direncanakan akan disambung dengan flyover. Ruas jalan sendiri nantinya akan memiliki lebar yang cukup luas yakni sekitar 50 M dengan total panjang jalan dari kedua titik lokasi tadi adalah hampir 2 KM,” paparnya lagi.

Kemudian untuk masalah Bandara, Hengky juga mendorong Pemprov Kepri untuk segera merampungkan pemotongan bukit yang masih tersisa. Sehingga pendaratan di Bandara RHF, Tanjungpinang bisa dilakukan dari dua sisi. Ia khawatir, ketika terjadi cuaca yang buruk, pesawat harus terpaksa mendarat di Batam.

“Kehadiran Bandara tentunya adalah bagian dari kepentingan Pemerintah Daerah. Akses yang banyak, tentu menjadi salah satu faktor yang menjadi pengaruh masuknya investasi ke Kepri, Tanjungpinang khususnya,” tutup Hengky Suryawan.

Terpisah, Legislator Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan pekerjaan perpanjangan landasan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang sudah rampung dikerjakan PT Angkasa Pura (AP II). Namun area tambahan tersebut belum bisa digunakan, karena dinilai masih tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan oleh Divisi Teknis Kementerian Perhubungan.

“Pembangunan Bandara RHF Tanjungpinang diikat dalam sebuah Momerandum Of Understanding (MoU) antara Angkasa Pura, Kemenhub, Pemprov Kepri, dan Pemko Tanjungpinang,” ujar Rudy Chua.

Dijelaskan Rudy, dalam MoU tersebut mendapatkan tugas masing-masing. Pemko Tanjungpinang bertanggungjawab untuk melakukan pembebasan lahan. Kemudian Pemprov Kepri pekerjaanya adalah melakukan pemotongan kawasan perbukitan yang dipergunakan untuk perpanjangan landasan. Sedangkan Kemenhub dan AP ruang pekerjaanya adalah pembangunan terminal dan landasan.

“Pekerjaan perpanjangan landasan sudah dilakukan dua kali secara bertahap. Pada pembangunan awal adalah 1.856 meter. Kemudian diperpanjang menjadi 2.256 meter. Perpanjangan terakhir adalah penambahan 250 meter, sehingga panjang landasan RHF saat ini adalah 2.506 meter,” jelas Rudy Chua. (jpg)

Loading...