Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, Ismail.F.Dokumen Pribadi untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, Ismail mengatakan Pemerintah Pusat sangat serius untuk membangun Dam Busung dengan kapasitas 4.000 liter perdetik. Namun sampai saat ini, belum ada keseriusan dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mendukung pembangunan tersebut.

“Persoalan kekeringan di Kepri memang menjadi atensi bagi kami. Tolong (Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Bintan) serius menyiapkan lahannya,” ujar Ismail, Kamis (13/6) di Tanjungpinang.

Loading...

Ditegaskannya, proses penyiapan lahan oleh Pemda sampai saat ini, belum terdengar gaungnya. Padahal tujuan pembangunan infrastruktur strategis tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat Pulau Bintan (Bintan-Tanjungpinang). Menurutnya, semangat pembangunan Dam Busung jangan kalah dengan pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin).

“Memang Jembatan Babin punya nilai manfaat tinggi. Karena bisa berfungsi untuk menopang pipa air dari Dam Busung ke Kota Batam,” jelasnya.

Dijelaskannya, berdasarkan analisasi neraca air baku oleh Bali Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, pada 2016 lalu defisit air di Pulau Bintan adalah 211 liter perdetik. Jumlah tersebut akan terus bertambah apabila tidak ada embung atau waduk yang segera dibangun, maka pada 2020 mendatang defisit air baku di Pulau Bintan mencapai pada angka 948 liter perdetik.

“Saat ini pembangunan embung Waduk Kawal dengan kapasitas sekitar 400 liter perdetik terus digesa. Infrastruktur tersebut ditargetkan rampung pada Juni 2019 ini. Namun baru bisa memberikan kontribusi pada 2021 mendatang,” jelas Ismail.

Ditegaskan Ismail, satu-satunya harapan jangka panjang untuk menuntaskan persoalan defisit air baku di Pulau Bintan hanya melalui Dam Busung, Bintan. Karena kawasan tersebut memiliki daerah tangkapan air sebesar 126 meter persegi. Sedangkan debit andalannya adalah 4.000 liter perdetik.

“Adapun rencananya adalah 2.500 liter perdetik untuk kebutuhan Kota Batam. Sementara itu 1.500 untuk kebutuhan Pulau Bintan. Artinya harus simbiosis mutualisme antara Pulau Batam dengan Pulau Bintan kedepannya,” tutup Ismail.

Belum lama ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS Arif Fadillah mengatakan rencana strategis pembangunan Estuaridam Busung, Bintan sudah menjadi atensi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Atas dasar itu, Gubernur sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertahanan mempelajari secara teknis terkait persoalan tersebut.

“Persoalan kebutuhan dasar air memang menjadi salah satu prioritas yang terung dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (PRJMD) Kepri,” ujar Sekda Arif.

Menurut Arif, jika memang kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan dinilai besar dan tak mampu dicover dari APBD, tentu akan dicarikan solusi lain. Seperti meminta dukungan lewat APBN. Karena tujuan pembangunan Dam Busung bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan Bintan dan Tanjungpinang saja.

“Tetapi juga bagi kebutuhan air di Batam. Memang persoalan pembebasan lahan, menjadi masalah yang harus segera diselesaikan,” tegasnya.(jpg)

Loading...