Yuliana, guru MAN Tanjungpinang mengwasi proses ujian semester yang menggunakan sistem android, Kamis (13/6). F.Suhanda Febriansyah untuk Batam Pos.

Tak seperti biasanya, ada yang berbeda dalam proses Ujian Semester II Tahun Ajaran (TA) 2018/2019 yang digelar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang, Kamis (13/6) pagi kemarin. Karena tidak terlihat ada meja didalam ruangan, begitu juga dengan kertas maupun pensil sebagai sarana ujian semester. Ternyata, sekolah umum berbasis pesantren tersebut sudah menerapkan sistem ujian berbasis android. Bahkan MAN Tanjungpinang menjadi sekolah pertama di Provinsi Kepri yang menggunakan inovasi teknologi dalam ujian semester.

JAILANITanjungpinang

Loading...

Jam ditangan menunjukkan pukul 07.30 pagi, bel sekolahpun berbunyi. Alarm tersebut menjadi penanda, bahwa aktivitas sekolah yang dipimpin oleh Kartika tersebut akan dimulai. Ratusan siswa dan siswi yang menggunakan seragam pramuka tersebut langsung berbaris rapi di lapangan yang berada di pekarangan sekolah. Satu persatu menuju kelas masing-masing. Tak terlihat satupun alat tulis yang dibawa masuk masing-masing siswa dan siswi keruangan.

Android tidak hanya menjadi sarana untuk berkomunikasi di media sosial semata. Bagi siswa dan siswi MAN Tanjungpinang adalah kebutuhan, karena sudah menjadi sarana pelaksanaan ujian semester.  Hal itu disebabkan sistem ujian sudah dirubah, yakni tidak lagi menggunakan kertas dan pensil. Namun sudah berbasis android, layaknya seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hanya saja, media yang dipergunakan sedikit berbeda.

“Adanya terobosan ujian semester berbasis android ini, memang ada plus minusnya. Tetapi pengalaman pertama ini, menjadi evaluasi bagi perbaikan kami kedepan,” ujar Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum, Asmawarni.

Menurutnya, keuntungan dengan menggunakan sistem ini adalah terjadinya efesiensi anggaran. Karena tidak ada kertas yang digunakan untuk soal dan lembar jawaban ujian. Disebutkannya, tantangannya adalah terbatasnya bandwitdth internet yang tersedia. Menyiasati hal itu, proses ujian dilakukan secara bertahap. Karena apabila dipaksakan semua siswa, maka jaringan akan lambat dan mempengaruhi proses ujian semester.

“Dengan adanya program aplikasi edutech, memudahkan tenaga Informasi Teknologi (IT) MAN Tanjungpinang dalam merancang ujian semester berbasis android,” jelasnya.

Ditanya apakah ada peluang murid untuk mencotek jawaban dari mesin pencari (search engine) yang ada di android? Mengenai hal itu, perempuan yang akrab disapa Ema tersebut mengatakan, masing-masing peserta ujian masuk dalam program dengan menggunakan IP Address yang sudah ditetapkan. Sehingga ketika terkoneksi dengan server, hanya aplikasi ujian yang bisa diakses. Sehingga bisa mencegah terjadinya kecurangan dalam ujian semester.

“Karena ini pertama, tentu ada kekurangan-kekurangan. Tentu plus-minus yang ada, akan menjadi spirit untuk kita memberikan yang terbaik bagi pengembangan pendidikan yang berbasis teknologi dan informasi,” tutupnya.

Yuliana, guru MAN Tanjungpinang mengwasi proses ujian semester yang menggunakan sistem android, Kamis (13/6). F.Suhanda Febriansyah untuk Batam Pos.

Alhusna, Pengawas Madrasah, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, memberikan apresiasi atas lompatan inovasi teknologi yang diterapkan oleh MAN Tanjungpinang. Ia berharap, kekurangan yang terjadi menjadi modal untuk lebih baik lagi. Menurutnya, sekarang adalah era teknologi, sehingga tidak hanya ujian nasional yang berbasis komputer, tetapi ujian semester juga sudah simple, yakni dengan hanya menggunakan android.

“Dengan sistem ini, sekolah juga bisa menghemat anggaran. Bahkan hasil ujian juga tersimpan, sehingga ketika dibutuhkan fisiknya bisa langsung diprint. Tentu terobosan ini, patut dicontoh sekolah lainnya,” ujar Alhusna.

Aji Riskan, siswa Kelas XI jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) MAN Tanjungpinang tersebut mengaku, ujian menggunakan sistem online ini sulitnya hanya bagi yang terbiasa atau belum pernah melakukannya. Menurutnya, semua butuh kebiasaan agar lebih mudah melakukan ujian berbasis android ini. Menurutnya, ketika kembali keluar aplikasi akan memakan waktu untuk mengejar. Karena harus mengulangi dari awal.

Yan Aryadana menambahkan, tantangannya adalah apabila koneksi admin atau pengawas nya terganggu maka peserta harap menunggu ketika telah kembali seperti semula waktu pengerjaan tetap sama sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pada penialainnya, sistem ini menjadi simulasi bagi siswa dalam menghadapi Ujian Nasional maupun Ujian Akhir Madrasah (UAM) yang sejatinya sudah berbasis komputer.

“Karena ini perdana, tentu bagi kami sedikit kagok. Tapi sistem ini sangat perlu diterapkan didunia pendidikan. Karena sekarang ini adalah eranya dunia gital. Sehingga sekolah juga harus mengikuti perkembangan teknologi yang ada,” ujar Yan Aryadana.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah, Kanwil Kemenag Kepri, Subadi mengatakan, terobosan yang dibuat oleh MAN Tanjungpinang hendaknya menjadi pilot project bagi madrasah yang ada di Provinsi Kepri. Menurutnya, kebijakan ini juga sejalan dengan implementasi reformasi birokrasi di pendidikan mandrasah. Ia berpesan, kekurangan yang harus diperbaiki. Sehingga sistem yang digunakan ini, semakin bagus kedepannya.

“Setelah ini, kita mendorong semua madrasah di Kepri untuk segera berbenah. Sehingga sama-sama memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi untuk kebutuhan pendidikan di madrasah,” ujar Subadi.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Atma Dinata mengakui, belum ada sekolah SMA/SMK di Kepri yang menerapkan ujian semester berbasis android. Menurutnya, sampai sejauh ini, hanya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Meskipun demikian, kedepan tidak menutup kemungkinan setiap sekolah akan menerapkan ujian semester dengan memnafaatkan teknologi yang ada. Dengan pernyataan tersebut, menandakan MAN Tanjungpinang adalah sekolah pertama di Provinsi Kepri yang menerapkan ujian semester berbasis android. (***)

Loading...