Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Sipil (DPMD-Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison.F.Jailani / Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pemberayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison mengatakan ada dua kabupaten yang tersendat dalam melakukan penyaluran Dana Desa (DD) Tahap I ke masing-masing desa. Padahal deadline penyaluran dana tersebut adalah 30 Juni 2019.

“Dari lima kabupaten, ada dua yang penyalurannya terjadi persoalan. Sehigga sampai saat ini, belum diselesaikan oleh Kabupaten terkait,” ujar Sardison, Kamis (13/6) di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Ditanya kabupaten mana yang bermasalah? Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan (BAP) Pemprov Kepri tersebut enggan untuk membeberkannya. Menyikapi persoalan tersebut, Sardison menegaskan pihaknya sudah melayangkan surat untuk mempertanyakan keterlambatan tersebut.

“Kita menginginkan penyaluran dana desa tahap I ini tuntas sebelum 30 Juni 2019. Karena apabila molor, berimbas pada pencairan dana desa tahap II bagi lima Kabupaten di Provinsi Kepri,” tegasnya.

Ketua Ikatan Warga Kuantan Singingi (Iwakusi) Tanjungpinang-Bintan tersebut mengharapkan, Bupati terkait hendaknya segera melakukan evaluasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangangi dana desa. Menurut Sardison, jangan sampai reputasi 2018 rusak, karena tersendatnya penyaluran tahun 2019 ini.

“Tahun lalu kita menjadi yang tercepat. Seharusnya, persoalan-persoalan teknis sudah tidak terjadi lagi. Karena semua sudah paham regulasinya,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut katanya, semakin cepatnya penyaluran dana desa, tentu penyerapannya juga akan cepat. Sehingga pemanfaatan dana desa tahap II bisa disegerakan. Maka dari itu, ia sangat menyayangkan masih adanya penyaluran dari Kabupaten ke desa yang tersendat.

“Meningkatkanya dana desa 2019 yang kita terima, karena dipengaruhi oleh kinerja masing-masing desa di 2018 lalu. Jangan sampai persoalan ini, memberikan dampak negatif. Sehingga dana desa yang kita terima di 2020 mendatang berkurang,” jelas Sardison.

Seperti diketahui, dana desa 2019 untuk Provinsi Kepri adalah sebesar Rp261 miliar diperuntukan bagi 275 desa yang tersebar di lima Kabupaten. Adapun sistem pencairannya dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertam adalah 20 persen. Kemudian tahap kedua sebesar 40 persen, begitu juga dengan tahap ketiga.(jpg)