Kasi Intel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah. F.Yusnadi / Batam Pos

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang telah melimpahkan empat berkas kasus pelanggaran pidana Pemilihan Umum (Pemilu) dengan lima tersangka ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (13/6).

Satu berkas dengan tersangka Muhammad Apriandy merupakan Calon Legislatif (caleg). Satu berkas dengan tersangka Agustinus dan Yusrizal. Selanjutnya satu berkas dengan tersangka Warsono. Satu berkas dengan tersangka Wahyu. Empat tersangka selain caleg, berperan sebagai koordinator lapangan caleg atau pemberi uang.

Kasi Intel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah mengatakan, pihaknya telah menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk menyidangkan kasus politik uang tersebut. “Kami masih menunggu jadwal sidang dari pengadilan,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Satreskrim Polres Tanjungpinang menetapkan tujuh tersangka dalam perkara tersebut. Namun dua tersangka caleg lainnya, yakni Rantha Fauzi dan Brando Ahmad, perkaranya dihentikan karena saksi yang juga tersangka yakni Wahyu dan Warsono tidak dapat dimintai keterangan dan tidak diketahui keberadaannya.

“Namun dua saksi yang juga tersangka dapat disidangkan secara in absentia (tanpa kehadiran tersangka),” kata Rizky.

Sebagaimana diketahui, barang bukti tersangka M Apriandy berupa tiga amplop yang berisi Rp200ribu dan kartu nama. Praktek politik uang tersebut diduga dilakukan tersangka saat masa tenang Pemilu.

Lima tersangka dijerat pasal 253 ayat 2 Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, dengan ancaman pidana empat tahun penjara dan denda Rp48 juta. (odi)

Loading...