Plt Disdik Kota Tanjungpinang, Tamrin Dahlan.F.Peri Irawan / Batam Pos

batampos.co.id – Program pemberian baju gratis kepada murid baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjungpinang dalam pengerjaan penjahit akan memberdayakan unit kegiatan masyarakat (UKM) yang ada di Tanjungpinang, Jumat (14/5).

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Tamrin Dahlan menjelaskan, untuk pelaksanaan penjahitan baju gratis, Disdik menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah yang bersangkutan, proyek di bawah Rp 200 juta ditentukan sekolah pengerjaan dan mencari penjahitnya.

“Disdik cuma mamfasilitasi, karena ini merupakan program baru sementara kepala sekolah belum terbiasa, Disdik membantu membuat harga perhitungan sendiri (HPS) sampai pada administrasi pengadaan lainnya,” kata Tamrin.

Tamrin menegaskan, untuk pembuatan baju bahannya harus sama, motifnya untuk baju batik dan baju olahraga setiap sekolah bebas menentukan, yang jelas mutunya dan harganya juga harus sama.

“Sesuai permintaan Wali kota kita berdayakan tukang jahit sekitar sekolah, dan itu sudah kami sampaikan kepada kepala sekolah, mudah-mudahan tidak ada yang di luar,” paparnya.

Dalam penghitungannya lima seragam yang diberikan untuk satu orang siswa SD senilai Rp 960 ribu, SMP Rp 1.030.000, anggaran tersebut sudah dihitung kepala sekolah, untuk pengerjaan tingkat SD tidak ada yang dilelang rata-rata masih di bawah Rp 200 juta.

“Untuk tingkat SMP terdapat lima sekolah yang dilelang yaitu SMP 1, SMP 4, SMP 5, SMP 7, dan SMP 16 itu yang di atas 200 juta,” ungkapnya.(cr2)

Loading...