Kapal hisap pasir sedang menyemprotkan pasir pada Proyek Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang. F.Jailani / Batam Pos

batampos.co.id – Pengusaha Kepri, Hengky Suryawan menyanjung Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang berani membangun proyek Gurindam 12 (G12) di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Namun ia sedikit menyayangkan, pembangunan strategis tersebut tidak bersinergi dengan Pelindo sebagai pengelola Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

“Memang kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang adalah beranda Ibu Kota ini. Sehingga sangat sesuai diberikan sentuhan dengan pembangunan Proyek G12 ini,” ujar Hengky Suryawan, kemarin di Tanjungpinang.

Pengusaha Kapal tersebut menegaskan, proses reklamasi hampir menyentuh kawasan pelabuhan. Sehingga proyek bisa disinergikan dengan kebutuhan Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Sehingga bisa dijadikan sebagai akses yang ideal. Karena kalau dilihat pintu masuk yang ada sekarang ini, sangat tidak representatif.

“Karena ketika terjadi antrian panjang, akan menimbulkan persoalan macet di jalan yang berada di depan Gedung Daerah, Tanjungpinang,” jelas Hengky Suryawan.

Sejumlah truk dan alat berat sedang mengerjakan Proyek Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang. F.Jailani / Batam Pos

Menurut Hengky, sangat elok kiranya, jalan lingkar yang dibangun Pemprov Kepri lewat proyek strategis tersebut menghubungkan langsung ke Pelabuhan SBP. Ia berharap, dengan adanya proyek G12 ini, wajah Ibu Kota Provinsi Kepri ini akan semakin elegan. Sehingga memberikan ruang terbuka yang luas bagi masyarakat.

“Semoga saja pembangunan bisa berjalan dengan baik. Sehingga tidak terjadi persoalan yang tidak diinginkan,” tutup Hengky Suryawan.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Gurindam 12, Rodiantari mengatakan setelah libur lebaran pembangunan proyek G12 terus digesa. Kepala Seksi Sumber Daya Air (Kasi) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, saat ini progres pekerjaan sudah sangat menjanjikan.

“Reklamasi ada pekerjaan krusial, karena jika pekerjaan ini tuntas, sama dengan menyelesaikan 20 persen pekerjaam. Reklamasi untuk Zona I akan tuntas pada awal Agustus 2019 mendatang,” jelas Rodi.

Kapal hisap pasir sedang menyemprotkan pasir pada Proyek Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang. F.Jailani / Batam Pos

Ditambahkannya, untuk mempeecepat pekerjaan reklamsi kontraktor sudah menggunakan dua kapal dan hummer. Ditegaskan Rodi, target pekerjaan sampai Desember 2020 adalah 40-45 persen. Kemudian lanjutnya, pembangunan Jembatan besadr kemungkin tidak jadi 1,2 kilo meter.

“Karena kawasan didekat Lantamal IV struktur tanahnya berbatu pada beberapa meter. Sehingga akan dilakukan penimbunan atau cos way sekitar 400 meter, seperti konsep Jembatan I Dompak,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya, aktivitas pekerjaan terus berlangsung 24 jam. Bahkan Pak Gubernur juga sudah dua kali belakangan ini turut turun melihat progres pembangunan. Rodi optimis, dengan rampungnya reklmasi, pekerjaan darat akan lebih cepat.

“Tidak semua pasir yang ditimbun, tetapi ada juga tanah pilihan yang akan ditimbun diatas pasir,” tutup Rodi.(jpg)