Kepala Bidang (Kabid) SMA dan SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Atmadinata. F.Istimewa

PRO PINANG – Rencana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA dan SMK Negeri di Tanjungpinang akan menerima sebanyak 3.708 siswa untuk tahun ajaran 2019-2020, Rabu (19/6).

Kepala Bidang (Kabid) SMA dan SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Atmadinata menjelaskan, saat ini daya tampung SMA dan SMK di Tanjungpinang, untuk SMAN 1 sampai SMAN 7 daya tampungnya sebanyak 50 rombongan pelajar dikali 36 per kelas totalnya 1.800. Sedangkan SMK Negeri ada 53 rombongan pelajar dengan daya tampung 1908.

“Rencana daya tampung keseluruhan SMA dan SMK 3708, sedangkan di Tanjungpinang yang tamat SMP Negeri dan Swasta di tambah MTs totalnya 3.684, otomatis semua bisa tertampung,” Kata Atmadinata.

Ia menegaskan, saat ini sudah tidak ada istilah sekolah favorit dan PPDB dengan sistem Zonasi dengan pendaftaran online secara serentak dilaksanakan se Indonesia dari Sabang sampai Merauke, ketentuan ini seragam, tidak hanya Tanjungpinang atau Kepri harus mengikuti ketentuan peraturan perundangan yang baku.

“Semua sama permendikbud nomor 51 tahun tahun 2018 tentang PPDB,” tegasnya.

Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan dilakukan sosialisasi melalui media masa Radio, Media Cetak dan Media Online dalam waktu tiga hari ke depan, agar tidak ada lagi masyarakat yang protes dan menuntut untuk menyekolahkan anaknya untuk masuk di sekolah di luar Zona dan alasan sekolah favorit.

“Tujuannya adalah untuk pemerataan semua sekolah, sehingga nilai setiap sekolah hampir sama dan merata tidak ada yang nilai terlalu tinggi dan terlalu rendah dengan sistem zonasi ini,” ungkapnya.

Persiapan Disdik baik Provinsi Kepri maupun Kota Tanjungpinang sudah bekerjasama dengan PT Telkom untuk soft ware pendaftaran melalui sistem online tersebut dan untuk perangkat yang disediakan minimal satu komputer harus disediakan untuk masyarakat yang tidak bisa mendaftar sendiri.

“Untuk pendaftarannya juga sangat mudah menggunakan handpone dengan koneksi internet saja bisa, dan untuk orang Tanjungpinang semua dirasa sebagian besar sudah terbiasa dengan internet sehingga ini tidak menjadi masalah,” sebutnya.

Untuk kepala sekolah, wakil kesiswaan dan operator masing-masing sekolah di Tanjungpinang sudah diberikan pembekalan teknis, agar satuan pendidikan masing-masing mengetahuin teknis PPDB dengan sistem online itu.

“Secara umum sudah siap, tinggal pelaksanaannya saja kita lihat pada tanggal 1 Juli 2019 nanti,” tutupnya. (cr2)