Legislator Komisi II DPRD Kepri, Onward Siahaan.F.Dokumen Pribadi untuk Batam Pos

PRO PINANG – Legislator Komisi II DPRD Kepri, Onward Siahaan menuding Pemprov Kepri tak serius untuk membenahi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepri, yakni PT. Pembangunan Kepri dan PDAM Tirta Kepri. Karena enam bulan prosesnya tak kunjung tuntas.

“Kita juga heran, kenapa tak kunjung tuntas. Padahal sudah enam bulan berjalan,” ujar Onward Siahaan, Jumat (21/6) di Tanjungpinang.

Menurut Sekretaris Partai Gerindra Kepri tersebut, jika Pemprov Kepri berniat untuk membereskan masalah yang terjadi di BUMD Kepri,  mereka sudah bergerak cepat menuntaskan seleksi ini. Padahal BUMD diplot sebagai perusahaan plat merah yang berperan untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita tidak melihat ada bisnis plan yang baik dari Pemprov Kepri mengenai BUMD Kepri,” tegas Onward.

Masih kata Onward, Gubernur seperti tidak peduli dengan nasib BMUD Kepri. Padahal sudah banyak APBD Kepri yang terserap untuk perusahaan ini. Apalagi persoapan BMUD Kepri sudah memberikan peringatan. Supaya BUMD Kepri memberikan kontribusi bagi daerah.

“Saya melihat, masalah ini memang sengaja dimolorkan. Sehingga menjadi tak tuntas,” jelas Onward.

Belum lama ini, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan salah satu pekerjaan besar yang harus diselesaikan oleh Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pembangunan Kepri terpioih, Azwardi adalah masalah Participating Intrest (PI) Minyak dan Gas (Migas) 10 persen di Blok North West Natuna (NWN). Ia berharap, sumber tersebut bisa menyembuhkan perusahaan yang sedang sakit.

“Salah satu pertimbangan saya menjatuhkan pilihan kepada Azwardi (Mantan Ketua Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah, Kepri), karena punya komunikasi yang baik,” ujar Gubernur Nurdin.

Ditegaskan Gubernur, selain masalah PI Migas, tentu banyak pekerjaan rumah lainnya yang harus dibenahi oleh Direktur terpilih. Ia berharap, kepercayaan yang diberikannnya ini, dijawab dengan bangkitnya BUMD PT. Pembangunan Kepri.

“Kita harus selalu optimis dan berprasangka baik. Apalagi dalam sesi wawancara juga sudah menyampaikan program-program kerjanya,” tegas Gubernur.

Menurut Gubernur, Direktur BUMD harus berpikir sebagai seorang entrepreneurship. Masih kata Gubernur, persoalan yang terjadi sebelumnya, hendaknya menjadi pengalaman berharga. Artinya, jangan mengulangi persoalan yang sama.

“BUMD adalah tulangpunggung pemerintah daerah. Tentu saya sangat berharap, perusahaan milik Pemprov Kepri ini bisa memberikan kontribusi positif dalam mengisi pembangunan daerah,” paparnya.

Ditambahkannya, sekecil apapun peluang yang ada, hendaknya ditangkap. Sehingga bisa membantu perusahaan untuk bernapas. Ia yakin, meskipun butuh waktu, BUMD Kepri akan bangkit kembali.

“Kuncinya adalah niat kita untuk berbuat dan memberikan perubahan yang lebih baik. Artinya tidak berpikir untuk kepentingan individu atau kelompok,” tutup Gubernur Nurdin.(jpg)