Kadispora Kepri, Meifrizon turut mengawasi proses membuat kerajinan berbahan kayu yang diikuti pelajar SMA di Tanjungpinang, Jumat (28/6). F. Jailani / Batam Pos

 

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri dibawah kepemimpinan Meifrizon, terus berkreasi sesuai dengan kewenangan yang ada. Terbaru, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut membentuk Workshop & Gallery Pemuda. Wadah tersebut bisa dimanfaatkan bagi pemuda dan pemudi Kepri dalam mengasah kreativitas diri.

Jailani – Tanjungpinang

Pada tahap awal ini, Workshop & Gallery Pemuda masih menyewa rumah toko (ruko) di Komplek D’Green City, Tanjungpinang. Meskipun baru dilaunching pada April 2019 lalu, namun sudah banyak kreativitas pemuda-pemudi Kepri yang dipamerkan disana.

Hasil kreativitas pemuda dan pemudi tersebut semuanya dibuat lewat pelatihan yang diselenggarakan oleh Workshop & Gallery Pemuda. Mulai dari kerajinan tangan berupa string art sampai hasil olah kayu yang dipajang disana. Selain itu ada juga tanjak, dan souvenir lainnya seperti kipas.

Bagi pemuda dan pemudi Kepri yang tertarik untuk belajar, Dispora juga membuka pelatihan khusus mulai dari Senin sampai Sabtu. Lembaga tersebut juga menghadirkan instruktur terlatih. Baik itu dibidang kerajinan kayu sampai kerajinan tangan. Sehingga akan memandu atau melatih peserta membuat sebuah karya.

“Inovasi yang kita gagas ini, tujuannya adalah untuk menyasar para pemuda-pemudi dari umur 16-30 tahun. Sehingga mereka punya kreativitas untuk menjadi seorang enterpreneur,” ujar Kepala Dispora Kepri, Meifrizon disela-sela melihat kelas kreativitas, Jumat (28/6) pagi kemarin.

Menurut Meifron, tempat ini adalah bengkel untuk mencetak pemuda-pemudi yang punya tekad untuk menjadi seorang pengusaha kerajinan. Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, kelas yang dirancang terbuka untuk setiap pemuda.

“Syaratnya adalah yang berumur 16-30 tahun. Kita mengundang para pemuda-pemudi Kepri yang haus akan kreativias untuk turut serta. Karena tidak menutup kemungkinan, pengalaman yang didapat, bisa mendorong terciptanya lapangan kerja baru,” jelas Meifrizon.

Sembari memegang topi yang berada ditas kepalanya, Meifrizon juga mengatakan hasil karya yang dibuat sekarang ini, memang sebatas dipajang di lokasi workshop. Namun kedepan, ketika ada pameran, kerajinan-kerajinan yang sudah ada ini akan diikutsertakan. Bahkan sudah ada pihak-pihak yang memesan souvenir dari Workshop & Gallery Pemuda ini.

“Kita tidak sekedar belajar disini. Karya yang ada, juga akan dipromosikan untuk dijual. Sejauh ini yang mengikuti kelas masih terbatas oleh pelajar dan mahasiswa di Tanjungpinang. Kedepan terbuka untuk pemuda dan pemudi diseluruh Kepri,” tegas Meifrizon.

Sementara itu, Yeni Isabella, Kepala Bidang Kepemudaan, Dispora Kepri menambahkan, lewat pelatihan yang digelar, dapat menambah pengetahuan pemuda dan pemudi. Menurutnya, sasarannya berbeda dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepri.

“Disini khusus melatih pemuda-pemudi saja. Sampai sejauh ini sudah 45 pelajar dan mahasiswa yang ikut pelatihan kreativitas,” ujar Yeni disela-sela mendampingi.

Sementara itu, Wili salah satu peserta dari kalangan pelajar mengatakan, pada hari ini (kemarin,red) pihaknya mendapat kesempatan belajar membuat lampu hias dari kayu palet. Menurutnya, bengkel kreativitas pemuda ini sangat bermanfaat bagi pengembangan kewirausahaan.

“Kita apresiasi dengan gagasan yang dibuat Dispora Kepri. Program ini tentunya akan membantu pemuda dan pemudi untuk menjadi seorang wirausaha dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Wili.(***)