Koordinator Bidang Supervisi Pencegahan Korupsi, KPK, Ratna Aida Zulaiha. F.Istimewa

PRO PINANG – Persoalan piutang Pajak Air Permukaan (PAP) Pemprov Kepri di Adya Tirta Batam (ATB) bergulir ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga anti rasuah tersebut, akan segera mendudukkan persoalan ini antara Pemprov Kepri, Badan Pengusahaan (BP) Batam dan ATB.

“Sektor PAP memang menjadi perhatian kami, karena adanya piutang PAP Pemprov Kepri dengan ATB yang turut melibatkan BP Batam,” ujar Koordinator Bidang Supervisi Pencegahan Korupsi, KPK, Ratna Aida Zulaiha di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Kamis (27/6) lalu usai Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri.

Menurut Aida, dengan adanya penjelasan yang diberikan Pemprov Kepri melalui BP2RD Provinsi Kepri, pihaknya akan segera mempelajari secara komprehensif dengan mengenai persoalan ini. Ditegaskannya, sebagai wajib tentu harus menyelesaikan tanggungjawabnya. Namun demikian, apa yang menjadi penyebab ATB enggan membayar ini yang akan ditelusuri.

“Pemprov mengaku sudah melakukan berbagai upaya. Namun ATB tetap menolak tuntutan dari Pemprov Kepri. Maka persoalan ini, perlu segera didudukkan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, Mirza Bachtiar mengaku belum mendapatkan laporan dari BP2RD Provinsi Kepri, bahwa persoalan ini sudah diserahkan ke Inspektorat Kepri. Ditegaskan Mirza, pihaknya akan melakukan penuntutan secara hukum, apabila benar ATB menolak tuntan Pemprov.

“Kita akan gandeng pengacara negara tentunya. Sehingga bisa dibuktikan secara hukum, apakah Pemprov yang salah atau ATB yang mangkir dari kewajibannya,” ujar Mirza Bachtiar.

Seperti diketahui, terhitung sampai tanggal 8 Juni 2018 lalu, Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Kepri mencatat  sebanyak  Rp38,972 miliar. Namun dari jumlah tersebut, belum ada satu rupiahpun yang masuk ke kas Pemprov Kepri sampai saat ini.Pemprov memiliki kewenangan terhadap PAP sejak terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 26 tahun 2016 lalu.(jpg)