Ilustrasi Jembatan Batam-Bintan. F.Istimewa

PRO PINANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) melalui Balai Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) terus menggesa persiapan pembangunan mega proyek Jembatan Batam-Bintan (Babin). Infrastruktur itu nanti, diproyeksikan sebagai ikon baru Indonesia di wilayah Provinsi Kepri.

“BIPW sudah melakukan rapat lanjutan bersama Dinas PUPP Kepri dan Badan Perencanaa, Pembangunan dan Penelitian (Barenlitbang) Provinsi Kepri, Jumat (5/7) lalu,” ujar Kepala Bidang Bina Marga, PUPP Provinsi Kepri, Hendrija kemarin di Tanjungpinang.

Menurutnya, untuk penyusunan Feasibility Study (FS) dan perubahan Detail Engineering Design (DED) dilakukan langsung oleh Kemen PUPR melalui Direktorat Bina Marga. Masih kata Hendrija, jika pada tahap awal rancangannya hanya untuk kenderaan roda  empat keatas, pada perubahan nanti ada jalur khusus bagi kenderaaan roda dua.

“FS juga dilakukan terhadap rencana pemanfaatan Tanjungsauh, Batam yang akan dirancang sebagai salah satu pelabuhan peti kemas,” jelas Hendrija.

Terpisah, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, jika pada awalnya pembangunan membutuhkan anggaran sebesar Rp5 triliun. Namun Pemerintah Pusat menginginkan Jembatan Babin sebagai salah satu ikon baru Indonesia. Maka dari itu, perlu dilakukan perubahan DED.

“Jembatan Babin dipersiapkan sebagai ikon. Maka dari itu, FS dan Perubahan DED langsung ditangani oleh Pemerintah Pusat. Anggarannya berkisar antara Rp7 triliun sampai Rp9 triliun,” ujar Gubernur Nurdin.

Gubernur mengaku optimis, dengan hadirnya Jembatan Babin nanti, akan banyak investasi yang masuk ke Bintan dan Tanjungpinang. Karena Bintan masih memiliki banyak daerah kosong yang bisa mengakomodir kepentingan investasi Kepri kedepan. Menurut Gubernur, Presiden Jokowi akan turun ke Kepri untuk melihat langsung lokasi pembangunan Jembatan Babin.

“Pak Presiden mengatakan, wibawa martabat negara sangat penting. Makanya perlu infrastruktur yang bagus. Kita yakin, terkoneksi Batam dan Pulau Bintan akan memberikan pengaruh bagi pertumbuhan ekonomi Kepri dan Nasional tentunya,” jelas Gubernur.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah menetapkan lima Pembangunan Strategis (Renstra) untuk Provinsi Kepri lewat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional IV (RPJMN) 2020-2024 mendatang. Salah satunya adalah pembangunan Batam-Bintan (Babin).

Berdasarkan RPJMN IV 2020-2024 tersebut, ada lima renstra untuk Provinsi Kepri. Pertama adalah pembangunan Kawasan Industri Bintan Aerospace (Bandara busung). Kedua pembangunan jembatan Batam-Bintan. Kemudian ketiga peningkatan kawasan pariwisata terpadu Batam-Bintan. Selanjutnya yang keempat Batam dan Bintan dipersiapkan sebagai Major project Wilayah Sumatera sebagai kawasan strategis nasional. Sedangkan yang kelima berupa peningkatan kawasan KEK Galang Batang.(jpg)