Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengakui kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri sangat terbatas. Sehingga tidak mampu mengcover untuk pembebasan lahan bagi pembangunan Dam Busung, Bintan. Menurut Gubernur, memenuhi kebutuhan tersebut harus ditangani bersama.

“Kita akan segera membentuk tim untuk melakukan inventarisir kawasan yang akan dibebaskan,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (7/7) lalu.

Menurut Gubernur, persoalan ini harus melibatkan Pemerintah Pusat juga. Dijelaskannya, keberadaan Dam Busung, Bintan itu nanti bukan hanya untuk mengcover kebutuhan air di Pulau Bintan (Bintan-Tanjungpinang). Karena juga dirancang untuk mensuplai kebutuhan air bersih di Kota Batam.

“Dengan hadirnya Jembatan Batam-Bintan (Babin) nanti, saya yakin pergerakan pembangunan di Pulau Bintan akan meningkat. Bahkan akan bisa mengejar Batam,” jelas Gubernur Nurdin.

Mantan Bupati Karimun tersebut menambahkan, ketersediaan air bersih memang menjadi persoalan yang belum tuntas. Ia berharap dengan adanya Dam Busung bisa memberikan kepastian jangka panjang bagi kebutuhan air di Pulau Bintan dan Batam. Atas dasar itu, tentunya perlu kerjasama dan dukungan semua pihak.

“Pembangunan yang akan dilakukan Pemerintah bukan untuk kepentingan kelompok. Tetapi tujuannya adalah bagi kepentingan banyak,” tutup Gubernur Nurdin.

Seperti diketahui, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV terus mendesak Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan menuntaskan pembebasan lahan untuk pembangunan Estuaridam Busung dengan kapasitas 4.000 liter perdetik. Bagi pembangunan infrastruktur strategis tersebut, membutuhkan lahan seluas 4.721 Hektar (Ha).

Daerah-daerah yang terkena dampak untuk pembangunan itu nanti adalah Desa Busung (648 Ha), Desa Kuala Sempang (2.597 Ha), Kelurahan Teluk Lobam (720 Ha), Desa Sebong Pereh (404 Ha), Desa Ekang Anculai (23 Ha), Desa Lancang Kuning (296 Ha), dan Kelurahan Tanjunguban Timur (30 Ha).(jpg)