Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Gurindam 12, Rodiantari memberikan penjelasan kepada media mengenai progres proyek strategis Pemprov Kepri tersebut, Senin (8/7). F. Jailani / Batam Pos

PRO PINANG – PT. Guna Karya Nusantara (GKN) terus menggesa proses pemancangan proyek Gurindam 12 (G12) di kawasan Teluk Keriting, Tanjungpinang. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek G12, Rodiantari mengatakan khusus pemancangan progresnya sudah diangka 50 persen.

“Khusus untuk pemancangan jembatan jalan lingkar progresnya sudah sangat menjanjikan. Kita targetkan pada September atau Oktober pemancangan tuntas,” ujar Rodiantari, Senin (8/7) dilokasi proyek G12, Tanjungpinang.

Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, rencana semula untuk jalan lingkar yang menggunakan struktur pancang panjangnya adalah 1,2 kilo meter (km) dari Lantamal IV Tanjungpinang sampai di depan SMA Negeri 5 Tanjungpinang. Akan tetapi karena struktur tanah laut yang berbatu, maka menggunakan causeway sepanjang 400 meter.

“Artinya panjang jalan lingkar yang menggunakan struktur panjang dipangkas menjadi 800 meter. Tentu, dengan kondisi ini bisa mempercepat pekerjaan mega proyek ini,” jelas Rodiantari.

Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Gurindam 12, Rodiantari memberikan penjelasan kepada media mengenai progres proyek strategis Pemprov Kepri tersebut, Senin (8/7). F. Jailani / Batam Pos

Masih kata Rodi, secara keseluruhan progres Proyek G12 adalah 23 persen dari target kerja 27 persen. Artinya, masih terjadi deviasi sebanyak 4 persen. Disebutkannya, keterlambatan terjadi disebabkan oleh faktor-faktor teknis. Meskipun demikian, kontraktor optimis sampai Desember 2019 nanti mencapai pada angka 45-50 persen.

“Kalau untuk keuangan progresnya baru pada angka 19 persen. Jika pekerjaan reklamasi tuntas, maka pekerjaan lainnya akan lebih cepat,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya, sampai akhir tahun nanti, pekerjaan-pekerjaan yang tampak adalah tuntasnya proses reklamasi yang berada di zona I dan II. Kemudian selesainya pemancangan struktur jalan diatas air. Di kawasan Zona I, selain diperuntukkan bagi ruang terbuka hijau, pada Agustus nanti akan dipergunakan sebagai lokasi upacara hari kemardekaan dan permainan rakyat.

“Pada 2020 juga akan dibangun tempat MTQ Provinsi Kepri permanen. Semoga pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai harapan. Kami tentunya butuh dukungan dan kerjasama semua pihak,” tutup Rodiantari.(jpg)