Terdakwa pembunuhan, Abdul digiring petugas usai sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (9/7). F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Terdakwa pembunuhan, Abdul alias Bedul didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (9/7). Terdakwa diketahui melakukan pembunuhan berencana terhadap Arnold Tambunan.

Dalam dakwaannya, JPU Nolly Wijaya menyebutkan, perbuatan terdakwa melanggar pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 338  KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. “Terdakwa juga didakwa pasal 170 ayat 2 ke- 3 KUHP,” kata JPU.

Sebelumnya diketahui, pembunuhan sadis tersebut telah direncanakan sebelumnya. Awalnya korban yakni Arnold Tambunan mendatangi Rasyid untuk menagih utang sebesar Rp30 juta. Lalu keduanya beradu mulut di samping rumah kontrakan milik Rasyid. Saat itu pula, Rasyid langsung menghantam kepala korban menggunakan besi yang telah disiapkan.

Korban sempat melawan hingga tangannya patah terkena pukulan besi. Tidak bisa melawan, korban berusaha melarikan diri ke hutan belakang rumah. Namun dikejar oleh dua pelaku. Di hutan, korban tersudut, lalu Rasyid menghantam dagu dan dada korban menggunakan besi. Korban pun terjatuh tak sadarkan diri. Lalu Abdul memukul kaki dan tangan korban berkali-kali.

Setelah mengetahui korban telah tewas, Rasyid meminta Abdul membuka tangki septik (septic tank) di rumah kontrakan, sementara itu Rasyid mengikat tangan dan kaki korban lalu membungkus tubuh pensiunan TNI itu dengan plastik bening. Kemudian kedua pelaku membawa tubuh korban yang tewas di hutan dan langsung memasukkannya ke dalam septic tank.

Sebelum menutup septic tank dengan semen, dua pelaku memasukkan karpet plastik untuk menghilangkan jejak korban.

Setelah berhasil membunuh korban, Rasyid membawa sepeda motor korban dan memarkirkannya di rumah milik korban di kawasan Batu 8. Lalu Rasyid menghubungi Abdul untuk menjemput dirinya di Batu 8. Kemudian Abdul menggunakan lori untuk menjemput Rasyid.

Setelah pembunuhan itu, Arnold dinyatakan hilang tanpa jejak sejak 18 Agustus 2018 lalu. Keluarga korban lalu melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Saat penyelidikan kasus ini, penyidik kepolisiaan memeriksa sejumlah saksi termasuk Rasyid.

Saat pemeriksaan berlangsung pada 28 Agustus 2018, Rasyid sempat meminta izin kepada penyidik untuk menunaikan salat subuh. Tidak lama kemudian Rasyid tewas tertabrak bus di Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan Mapolres Tanjungpinang.

Setelah lebih kurang tujuh bulan hilang, akhirnya polisi menemukan jasad korban di dalam tangki septik (septic tank) rumah kontrakan milik Rasyid di Gang Juang Jalan Menur Tanjungpinang, Kamis (14/2) lalu sekitar pukul 23.00 WIB. (odi)

Loading...