Aktivitas di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri terlihat sepi dan lengang. F.Jailani / Batam Pos

PRO PINANG – Paska ditankapnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan bersama Kabid Perikanan, Budi Hartono dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), aktivitas di Kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri tersebut sepi. Belum ada telihat segel KPK disana.

Pantauan di lokasi, aktivitas Kantor DKP Provinsi Kepri lengang. Hanya saja, pintu masuk ruangan tersebut terkunci rapat. Dan ada satupun pejabat atau pegawai DKP Kepri yang bersedia ditemui. Salah satu pekerja magang yang berjaga, pintu bisa dibuka hanya menggunakam sidik jari.

Loading...

“Saya hanya magang disini. Dan tau ada kejadian apa,” ujar pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tersebut.

Dari informasi yang didapat, ada tiga persolan reklamasi yang sedang bergejolak di Kepri. Pertama adalah terkait rencana pengembangan Teluk Tering, Batam, pengembangan kota baru “Karimun Goldcoast” di Coastal Area, Kabupaten Karimun, dan Penataan Kawasan Gurindam 12 (G12) Tanjungpinang.

Dari informasi pejabat PUPP Kepri, untuk persoalan G12 tidak ada masalah. Karena sudah di monitoring dan evaluasi oleh KPK. Karena proyek G12 adalah untuk kepentingan pembangunan daerah. Sedangkan yang di Batam dan Karimun murni kepentingan investasi pengusaha.(jpg)

Loading...