Kepala BPOM Batam, Yosef Dwi Irwan Perkasa. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Sebanyak 159 guru dari 53 sekolah di Tanjungpinang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang ditaja Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Batam, di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (18/7).

Kepala BPOM Batam, Yosef Dwi Irwan Perkasa mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan ketersediaan pangan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi, karena berbicara tentang pangan, sekolah memiliki peran yang strategis terkait kesehatan, dan ketahanan pangan nasional termasuk saya saing.

“Untuk itu perlu kerjasama stakeholder terkait untuk bersama, termasuk dari lembaga dan pemerintah daerah,” kata Yosef.

Menurutnya program ini sudah lama menjadi gerakan aksi nasional sehingga perlu ada upaya mengaktifkan kembali lintas sektor, termasuk nantinya komunitas sekolah.

“Program ini sudah dilaunching oleh Wakil Presiden tahun 2011, kita patut berterimakasih kepada Pemko Tanjungpinang yang sangat mendukung beberapa program BPOM termasuk program PJAS ini,” ucapnya.

Dalam kegiatan itu, pihaknya tidak hanya mengundang kepala sekolah saja, tapi melibatkan guru unit kesehatan sekolah (UKS), dan pengelola kantin, agar mereka bisa mandiri terkait manajemen pangan yang aman dan bermutu serta bergizi di sekolah masing-masing.

Peserta Bimtek tengah mendengarkan materi yang disampaikan oleh BPOM, Kamis (18/7). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Ini program pemberdayaan komunitas, sehingga kami dapat melatih dan memberikan Bimtek kepada kepala sekolah, guru dan pengelola kantin, sehingga nanti mereka akan meneruskan kembali di sekolah, dan dapat melatih guru dan siswa lainya,” paparnya.

Ia menyampaikan, untuk pengawasan BPOM ada lima tahapan diantaranya advokasi dengan lintas sektor, komitmen dari seluruh stakholder dari  Pemda seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas pemberdayaan perlindungan anak  bersama berkomitmen terkait arti penting pangan yang aman, bermutu dan bergizi.

“Bimtek juga melatih sekolah agar mampu berjalan sendiri dan operasionalisasi mobil lab keliling untuk mendatangi sekolah di Kepri untuk mengiterfensi dan mengawal sebanyak 206 sekolah, mulai dari SD hingga SMA”, urainya.

Kemudian pelatihan dan audit Piagam Bintang ketahanan pangan Sekolah, yang merupakan salah satu apresiasi dari BPOM terkait Kantin sekolah yang sudah memenuhi mutu dan keamanan pangan.

“Terakhir penyerahan media edukasi untuk lebih meningkatkan  pemahaman sekolah terkait mutu dan keamanan dari pangan tersebut,” tuturnya.

Jajanan sehat itu bebas dari cemaran fisik secara kasat mata misalnya rambut, batu kerikil, cemaran kimia formalin, boraks itu betul-betul dikawa dan cemaran mikrobiologi tidak kelihatan mata, dengan ukuran kecil.

“Seperti rambut jangan dianggap enteng, rambut itu bisa mengandung penyakit, ” tutupnya. (cr2)

Loading...