Huzaifa Dadang AG. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Terpilihnya Huzaifa Dadang AG yang mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, sebagai salah satu ketua di pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) perwakilan Sumatera, Dadang akan melanjutkan perjuangannya untuk kesejahteraan guru di Tanjungpinang.

Dadang mengatakan, ada dua hal pokok yang akan diperjuangkan terkait nasib guru Kota Tanjungpinang di Tingkat Nasional, pertama akan diperjuangkan pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Jadi yang tidak bisa jadi PNS kita perjuangkan menjadi P3K, targetnya tiga tahun ke depan selesai,” ujar Dadang, Kamis (18/7).

Rencana itu akan selalu dikawalnya di tingkat nasional, yang terpenting adalah Pemda, Pemko termasuk Pemprov terus mengusulkan setiap tahunya, usulan itu yang terus dikawal di tingkat nasional.

“Sebab PGRI adalah mitra pemerintah, PGRI bukan pengambilan keputusan melainkan menyuarakan, jika kita gencar menyuarakan usulan itu InsyAallah pemerintah akan mendengar,” tuturnya.

Dadang mengatakan, selain memperjuangkan menjadi PNS atau P3K juga akan memperjuangkan tunjangan profesi guru yang saat ini dinilai masih terlalu rumit administrasinya, akan disederhanakan, kalau bisa tunjangan itu melekat pada gaji.

“Seperti tunjangan profesi lainya seperti dokter, saat ini di Kepri jumlah guru honorer mencapai ribuan orang, khusus Tanjungpinang saat ini sekitar 500 orang yang masih berstatus guru honor, jadi ia memasang targetkan dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, sebab tidak mungkin pemerintah mengangkat sekaligus.

“Bertahaplah pokoknya mulai tahun 2020-2023 nanti,” paparnya. (cr2)