Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali.F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Setelah dua kali tidak memenuhi panggilan polisi, terlapor kasus diskriminasi ras dan etnis, Bobby Jayanto akan kembali dipanggil penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang. Pemeriksaan terhadap terlapor tersebut guna menuntaskan proses penyidikan yang sedang berjalan.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali menjelaskan, setelah memeriksa terlapor, pihaknya akan segera mememeriksa ahli pidana di Jakarta. Selanjutnya, penyidik melaksanakan gelar perkara untuk menentukan status hukum terlapor.

“Dijadwalkan Senin pekan depan, terlapor diperiska kembali,” jelasnya.

Sebelumnya, penyidik telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tanpa nama tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang. “Unsur pidananya sudah terpenuhi” kata Ali.

Dalam kasus ini, pelaku atau tersangka dapat dijerat pasal 4 ayat 1 ke 2 junto pasal 16 Undang undang (UU) nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan diancam dengan dengan hukuman maksimal 5 tahun dan atau denda Rp500 juta.

Seperti diketahui, sejumlah Organisasi Massa (Ormas) melaporkan Bobby Jayanto ke Mapolres Tanjungpinang, Selasa (11/6).

Berdasarkan laporan polisi nomor: LP-B/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI tanggal 11 Juni 2019, terlapor diduga telah melakukan tindak pidana penghapusan diskriminasi ras dan etnis di Klenteng Jalan Pelantar II Tanjungpinang Kota, Sabtu (8/6) lalu.

Diskriminasi ras dan etnis yang diucapkan terlapor dalam bahasa Tionghoa, terekam video berdurasi lebih kurang 16 menit dan sempat tersebar di media sosial. (odi)

Loading...