Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Muhammad Dali. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Muhammad Dali mengatakan untuk memenuhi sumber daya guru SMA/SMK, Pemprov Kepri lewat Disdik Provinsi Kepri pada tahun ini akan melakukan penerimaan Pegawai Tenaga Kependidikan (PTK) Non Aparatur Sipil Negara (ASN). Dali berharap, dengan adanya tambahan ini bisa meminimalisir kebutuhan guru yang ada.

“Daftar antri yang melamar untuk menjadi guru sudah banyak. Kita sudah menyiasati kondisi ini dengan sistem PTK Non ASN. Berapa jumlah yang dibuka nanti sedang kita data di masing-masing SMA/SMK,” ujar Muhammad Dali, Jumat (19/7).

Mantan Kepala Bidang SMK Disdik Kepri tersebut menjelaskan, adapun besaran alokasi anggaran pengadaan PTK Non ASN tahun ini adalah Rp66 miliar. Kemudian pada tahun depan direncanakan sebesar Rp80 miliar. Menurutnya, tambahan personel guru memang sangat dibutuhkan. Karena Pemprov Kepri juga akan membangun sejumlah unit sekolah baru. Baik itu di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Batam, maupun daerah lainnya.

“Harus ada penyesuaian, karena apabila tidak ada penerimaan PTK Non ASN, kita akan kekurangan sumber daya guru. Dan ini berimbas pada kegiatan belajar mengajar,” jelas Dali.

Disebutkannya, untuk Tanjungpinang direncanakan satu SMA dan SMK untuk Kecamatan Tanjungpinang Timur. Selain itu adalah percepatan peningkatan SMA Negeri 7 Tanjungpinang. Terkait infrastruktur jalan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri.

Sedangkan di Batam empat SMA Negeri akan dibangun dijalur padat, seperti Sagulung, Batuaji, Batam Kota, dan Bengkong. Begitu juga dengan SMK. Menurut Dali, apabila rencana ini terealiasi polemik PPDB dengan sistem zonasi dapat dituntaskan. Karena tidak ada lagi mengangut sistem sekolah unggulan.

“Kita akan berupaya untuk membuat semua sekolah sama. Artinya tidak ada lagi yang namanya sekolah unggulan. Baik itu SMA maupun SMK,” tegas Dali.

Ditambahkannya, untuk satu USB baru nanti dirancang lima rombel. Lebih lanjut katanya, pihaknya mengupayakan pembuatan Detail Engineering Design (DED) lewat APBD Perubahan 2019 ini. Kemudian pada 2020 mendatang adalah penentuan lahan dan pembangunan fisik sekolah.

“Lahan memang masih belum dapat, namun perencanaan perlu kita segerakan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Pemko Tanjungpinang dan Batam dalam hal ini nantinya,” tutup Dali.(jpg)