Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Muhammad Dali.F.Istimewa

PRO PINANG – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Muhammad Dali mengatakan persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 hanya Batam yang belum tuntas. Karena banyak orang tua murid yang ingin anaknya bersekolah di SMA Negeri 3 Batam.

“Hari ini (kemarin,red) saya akan kembali bertemu dengan orang tua murid yang anaknya belum tertampung di sekolah,” ujar Muhammad Dali di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Senin (22/7).

Mantan Kepala Bidang (Kabid) SMK Disdik Kepri tersebut menjelaskan, untuk memenuhi aspirasi masyarakat supaya anaknya tetap bersekolah di SMA Negeri, pihaknya sudah menyepakati berdirinya dua SMA Negeri di Batam. Yakni, SMA 25 di Bengkong dan SMA 26 di Batam Kota.

“Meskipun untuk aktivitas belajar mengajar masih menumpang di SMP Negeri 30 (SMA N 25) dan SMP Negeri 43 (SMA Negeri 26) di Batam Kota, ini menjadi solusi kongkrit untuk menyelesaikan persoalan PPDB di Batam,” tegas Dali.

Ditambahkannya, untuk dua sekolah baru tersebut, orang tua murid tidak perlu khawatir. Karena Disdik Provinsi Kepri akan memenuhi Sumber Daya Guru sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Bahkan saat ini, juga sudah ada sebagian guru yang mengajukan pindah ke SMA 25.

“Kita minta kerjasama semua pihak, jangan memaksakan kehendak. Karena semua yang belum dapat, pasti akan terakomodir di sekolah negeri,” tegas Dali.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah tersebut juga mengatakan, untuk Tanjungpinang ada satu SMA dan SMK kecamatan Tanjungpinang Timur yang akan dibangun tahun depan. Selain itu adalah percepatan peningkatan SMA Negeri 7 Tanjungpinang. Terkait infrastruktur jalan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri.

Sedangkan di Batam empat SMA Negeri akan dibangun dijalur padat, seperti Sagulung, Batuaji, Batam Kota, dan Bengkong. Begitu juga dengan SMK. Menurut Dali, apabila rencana ini terealiasi polemik PPDB dengan sistem zonasi dapat dituntaskan. Karena tidak ada lagi mengangut sistem sekolah unggulan.

“Kita akan berupaya untuk membuat semua sekolah sama. Artinya tidak ada lagi yang namanya sekolah unggulan. Baik itu SMA maupun SMK,” tutup Dali.(jpg)