Staf Operasional Pelni Tanjungpinang, Beni Satria, Selasa (23/7). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Mulai tanggal 1 Agustus 2019 PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan menerapkan kebijakan penjualan tiket hanya sesuai kapasitas tempat duduk kapal atau tempat tidur penumpang kapal.

Selama ini Pelni menjual tiket seat (tempat duduk) dan non seat, untuk kapasitas non seat merupakan kapastitas kapal ditambah dispensasi penambahan penumpang oleh Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Staf Operasional Pelni Tanjungpinang, Beni Satria mengatakan atas peraturan pemerintah saat ini, dengan ditiadakannya tiket non seat Pelni mengimbau kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik agar merencanakan perjalanan dari jauh hari sebelum keberangkatan.

“Ini juga untuk kenyamanan para penumpang agar tidak ada lagi kondisi berdesakan di atas kapal serta untuk keselamatan,” kata Doni, ditemui di kantor Pelni Cabang Tanjungpinang, Selasa (23/7).

Dengan tidak dijualnya tiket non seat (tanpa tempat duduk), apakah ada penambahan kapal oleh Pelni Tanjungpinang, Doni menjawab untuk penambahan kapal penumpang tidak ada, sebab kapal penumpang saat ini juga terbatas hanya ada tiga kapal perintis yaitu Sabuk 83 dengan tujuan Kualamaras Tarempa, Sabuk 48 tujuan tambelan, dabo singkep, dan Belinyu, dan kapal Sabuk 80 tujuan Tambelan Pontianak.

Kantor Pelni Cabang Tanjungpinang, Selasa (23/7). F.Peri Irawan / Batam Pos.

“Tiga kapal ini masih bisa menampung penumpang non seat tersebut, karena rata-rata kapasitasnya 493 penumpang,” paparnya.

Namun untuk menjelang Lebaran dan hari besar Agama lainya yang biasanya penumpang selalu padat, Doni mengatakan pihak Pelni belum mendapatkan arahan dari pemerintah, peraturan baru ini diterapkan pada hari biasa atau low season.

“Saat ini tidak akan ada toleransi untuk penjualan tiket non seat, ┬ájika kapal itu hanya memiliki 800 tempat tidur maka sebanyak itu juga tiket yang akan dijual, namun untuk Lebaran nanti kita tunggu arahan dari pemerintah selanjutnya,” tegasnya.

Untuk Pelni Tanjungpinang, terakhir menjual tiket non seat pada tanggal 27 Juli 2019 untuk kapal Umisini, sementara pada tanggal 1 Agustus tidak ada tiket non seat yang dijual, sedangkan untuk pemberitahuan kepada masyarakat saat ini belum ada sosialisasi khusus.

Kantor Pelni Cabang Tanjungpinang, Selasa (23/7). F.Peri Irawan / Batam Pos.

“Secara khusus belum ada, saat ini baru sebatas berita dan imbauan dari pusat dan daerah,” ucapnya.

Dengan tidak adanya tiket non seat Pelni lebih mudah dalam memantau pelayanan, apa kekurangan pelayanan selama ini bisa dimaksimalkan serta pembelian tiket saat ini bisa dilakukan melalui online dari cabang setempat, Biro Travel, Alfa Mart.

“Diimbau kepada penumpang agar merencanakan perjalanan dengan baik dan memesan tiket jauh hari sebelum berangkat,” tuturnya.

Sementara itu sesuai aturan pemerintah yang mendapatkan harga tiket itu hanya dua, untuk bayi dengan usia 0-23 bulan dan orang dewasa dengan usia 23 bulan ke atas.”Semua umur untuk memberikan asuransi jiwa pada penumpang,” tutupnya.(cr2)