Penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen saat penggeledahan di Dishub, DLHK dan Dinas ESDM Kepri, Selasa (23/7). F.Yusnadi Nazar/ Batam Pos

PRO PINANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di empat lokasi di Tanjungpinang, Selasa (23/7). Penggeledahan yang dilakukan penyidik terkait proses penyidikan kasus suap perizinan di Kepri dan gratifikasi jabatan yang menjerat Gubenur Kepri (nonaktif) Nurdin Basirun.

Dari pantauan di lapangan, awalnya KPK menggeledah Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Selasa (23/7) sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah tiga jam melakukan penggeledahan, penyidik KPK mengamankan satu koper berukuran besar dan dua koper berukuran kecil yang berisi dokumen terkait perizinan pemanfaatan ruang laut di Kepri.

Penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen saat penggeledahan di Dishub, DLHK dan Dinas ESDM Kepri, Selasa (23/7). F.Yusnadi Nazar/ Batam Pos

Penyidik KPK juga menggeledah rumah pribadi tersangka kasus suap perizinan, Budi Hartono di Perumahan Nusa Indah Batu 9 Tanjungpinang sekitar pukul 12.30 WIB.

Selanjutnya penyidik menggeledah ruang kerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan ruangan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di komplek Perkantoran Gubenur Kepri, Dompak sekitar pukul 14.00 WIB.

Penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen saat penggeledahan di Dishub, DLHK dan Dinas ESDM Kepri, Selasa (23/7). F.Yusnadi Nazar/ Batam Pos

Setelah beberapa jam penggeledahan di ruangan DLHK dan Dinas ESDM, tampak penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang diduga terkait dengan perizinan.

Saat berita ini ditulis, penyidik masih melakukan penggeledahan di dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

Penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen saat penggeledahan di Dishub, DLHK dan Dinas ESDM Kepri, Selasa (23/7). F.Yusnadi Nazar/ Batam Pos

“Penggeledahan sedang berlangsung, kami berharap pihak-pihak di lokasi bersikap kooperatif,” jelas Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat. (odi)