Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Santonius Tambunan. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Terdakwa kasus pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) M Ridwan, divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru Riau, Senin (22/7). Terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Santonius Tambunan mengatakan, berdasarkan petikan putusan nomor 269/Pid.sus/2019/ PT PBR, terdakwa sebagai Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dinyatakan secara sah dan meyakinkan tidak terbukti bersalah melakukan
kelalaian yang mengakibatkan hilang atau berubahnya hasil rekapitulasi perolehan suara pada Pemilu.

Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabat. “Putusan ini dibacakan majelis hakim, Nurhaida Betty Aritonang didampingi Fakih Yuwono dan Jalaluldin,” kata Santonius, Rabu(24/7).

Sebelumnya, dalam putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, terdakwa terbukti bersalah dan dihukum satu bulan penjara dan denda Rp 4 juta subsider satu bulan penjara, dengan masa percobaan dua bulan. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa tiga bulan penjara dan denda Rp 8 juta subsider empat bulan penjara.

Seperti diketahui, Ketua PPK Bintan Timur, M Ridwan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hilangnya C1 Plano TPS 12 Sei Lekop Bintan, saat rekapitulasi suara di tingkat kecamatan pada Mei 2019 lalu. (odi)