Gedung PN Tanjungpinang di jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Terdakwa pengedar sabu Monjo Muntalib, dituntut sepuluh tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (24/7). JPU juga menuntut pengedar lainnya yakni Didi Husni dengan pidana delapan tahun penjara.

Dalam tuntutannya JPU Mona Amelia menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melawan hukum dengan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram.

Perbuatan terdakwa melanggar pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Dua terdakwa didenda Rp 1 Milliar, subsider 3 bulan penjara,” kata JPU.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan. “Menunda persidangan dengan agenda pledoi terdakwa,” tutup majelis hakim.

Sebelumnya diketahui, Satnarkoba Polres Tanjungpinang menangkap terdakwa Monjo di kediamannya Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang pada Januari 2019 lalu. Saat penggeledahan, petugas menemukan sabu seberat lima gram milik terdakwa, timbangan digital dan plastik bening serta sejumlah ponsel.

Terdakwa mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar berinisial BRO yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Selain menangkap Monjo, petugas juga menangkap terdakwa Didit di lokasi yang sama. (odi)