Kabid lalu lintas Jalan Dishub Tanjungpinang, Teguh Santoso. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Strategi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khusus parkir salah satunya melalui kepatuhan juru parkir (jukir) dalam menyerakan karcis kepada pemilik kendaraan usai parkir di suatu lokasi yang dijaga oleh Jukir, Kamis (25/7).

Kepala Bidang (Kabid) lalu lintas Jalan Dishub Tanjungpinang, Teguh Santoso menyampaikan saat ini yang sering terjadi bahwa ada Jukir yang tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa, dan juga ada penetapan setoran distribusi dalam satu hari.

“Sehingga ada peluang bagi jukir untuk menyetorkan tidak sesuai dengan jumlah yang sebenarnya,” kata Teguh.

Beberapa waktu lalu terjadi kejanggalan dari setoran jukir yang terbilang rendah kepada petugas Dishub, sehingga dilakukan pemantauan ke lokasi secara langsung oleh petugas sebab dengan kondisi kendaraan yang cukup ramai tidak mungkin hanya 20 karcis saja yang habis pada hari itu.

“Kita tunggu di lolasi parkir untuk memastikan berapa sebenarnya kendaraan yang parkir di tempat itu,” sebutnya.

Setelah terbukti ada kecurangan di lokasi parkir itu Dishub mendatangkan jukir yang bertugas di lokasi itu untuk diminta keterangan lebih lanjut dan pengakuannya memang seharusnya lebih dari setoran yang.

“Setelah itu ditegaskan kepada petugas jukir selain menyetorkan uang juga menyampaikan fakta di lapangan berapa kendaraan yang sebenarnya parkir di lokasi itu,” sebutnya.

Teguh berpesan, selain kepatuhan petugas jukir dalam menyerahkan karcis diminta kepada masyarakat usai parkir harap meminta karcis kepada petugas saat memberikan uang karcis, dengan begitu masyarakat sudah membantu Dishub dalam memantau kinerja jukir di lapangan.

“Sehingga pada pembekalan atau workshop yang diberikan kepada 135 Jukir itu didatangkan juga Tim Siber Pungutan Liar (pungli) dari Polres Tanjungpinang, agar jangan sampai karena kecurangan sedikit oleh petugas jukir malah terkena kasus pidana, itu jangan sampai,” tambahnya.

Selain itu, pada rompi jukir yang baru akan dibuat tulisan, tanpa karcis parkir gratis dan strategi lainnya akan dibuat rambu-rambu parkir lengkap dengan tulisan di dalamnya tarif parkir sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000 tanpa karcis parkir gratis.

“Akan kita sosialisasikan agar timbul kesadaran dari masyarakat, karena jukir itu kalau kita nggak minta, dia nggak kasih,” tutupnya. (cr2)