Para mahasiswa dan OKP sedang mendengarkan dialog interaktif terkait peranan generasi muda dalam membangun Kepri dari berbagai aspek profesi, Kamis (25/7). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) Hijau, Kota Tanjungpinang gelar dialog Interaktif bersama mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Tanjungpinang dengan tema peran generasi muda dalam membangun negeri sempena pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 2020 di Hotel Pelangi Tanjungpinang, Selasa (23/7) kemarin.

Dialog Interaktif ini mendapatkan berbagai pandangan dan masukan yang berbeda dari berbagai profesi dan kalangan, mulai dari para pendahulu Kepri, Lembaga Pemerintah dalam hal ini KPU Kepri, Akademisi, Budayawan dan Media sebagai kontrol sosial.

Pandangan berbeda disampaikan salah satu akademisi, Zamzami A Karim mengatakan peranan pemuda dalam pembangunan Kepri saat ini berdasarkan survei yang menjadi keluhan masyarakat adalah masalah lapangan pekerjaan.

Para generasi muda harus bisa mencari para calon pemimpin Kepri yang visioner, bisa memenuhi kebutuhan akan lapangan pekerjaan itu, serta cara lainnya adalah dengan mempermudah perizinan lapangan pekerjaan.

“Pemuda bisa menyampaikan aspirasinya kepada calon pemimpin yang dapat menghadirkan apa yang saat ini dibutuhkan Kepri untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik,” kata Zamzami, Kamis (25/7).

Para mahasiswa dan OKP sedang mendengarkan dialog interaktif terkait peranan generasi muda dalam membangun Kepri dari berbagai aspek profesi, Kamis (25/7). F.Peri Irawan / Batam Pos

Selanjutnya kata Zamzami, yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM), daya saing masyarakat, kemudahan mendapatkan biaya pendidikan lebih murah, dan harus ada arah pendidikan yang jelas di Kepri. Itu diharapkan para calon kepada daerah memiliki visi dan misi untuk itu.

“Tujuanya untuk memperbaiki dan memenuhi kebutuhan ekonomi ke depannya,” sebutnya.

Sementara itu dari kalangan budayawan muda, Ramon Damora dalam dialog itu menyampaikan saat ini perlu diperjuangkan bagi generasi muda adalah bagimana mereka mendeklarasikan diri mereka sebagai pemuda melayu.

Ia memaparkan pada tahun 1928 pada sejumlah pemuda yang berkumpul di Jakarta mencetuskan Sumpah Pemuda, apakah ada pemuda Kepri di sana saat itu? jawabannya pada saat itu yang ada hanya pemuda dari Jakarta, Banten, Jawa, dan Yogyakarta. Karena budaya dan peradaban Kepri saat itu sudah jauh melampaui apa yang dipikirkan pemuda yang berkumpul di Jakarta waktu itu.

“Melayu sudah sangat maju saat itu,” kata Ramon.

Para mahasiswa dan OKP sedang mendengarkan dialog interaktif terkait peranan generasi muda dalam membangun Kepri dari berbagai aspek profesi, Kamis (25/7). F.Peri Irawan / Batam Pos

Ramon yang juga sebagai Asesor Uji Kompetensi Wartawan di Persatuan Wartawan (PWI) pusat menyampaikan saat ini yang perlu disesali adalah  peradapan melayu itu sudah jauh menurun.

Dikatakan Ramon, saat itu Pulau Penyengat dengan bahasa melayu saat itu sangat terkenal dan luar biasa, Bahasa Melayu, Raja Ali Haji mengatakan untuk melihat sebuah bangsa maka lihatlah bahasanya, bahasa adalah deklarasi, deklarasi itu yang saat ini mulai hilang saat ini.

“Padahal kita hidup di Bumi Melayu saat ini sudah mulai pudar dari generasi muda. Mari kita bangkitkan lagi, deklarasi diri sebagai negeri melayu,” tambahnya. (cr2)