Petugas Barantan mengambil sampel darah kambing untuk diperiksa, Selasa (30/7). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Balai Karantina Pertanian (Barantan) Kelas II Tanjungpinang kembali melakukan pemeriksan hewan kurban ke enam titik yang ada di Tanjungpinang, Selasa(30/7).

Medik Veteriner Barantan Kelas II Tanjungpinang, drh. Da’inurritus Imrianingrum mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan rutin terhadap sapi atau kambing yang masuk ke Tanjungpinang.

“Jadi pemeriksaan kami lakukan ketika  sapi dan kambing datang ke Tanjungpinang, terlebih dahulu istirahatkan satu malam, lalu paginya dikakukan pemeriksaan penyakit Bruselosis dan parasit,” ujar Imria saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di Kandang Parholong, Kampung Sidomulyo.

Imria menjelaskan, pemeriksaan Bruselosis dengan pengambilan sampel darah dan kotoran sapi dan kambing, untuk pemeriksaan penyakit parasit.

Petugas Barantan mengambil sampel darah sapi untuk diperiksa, Selasa (30/7). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Dari kotoranya dapat diketahui berapa banyak parasit yang ada didalam tubuh hewan tersebut,” sebutnya.

Dijelaskannya hari ini ada enam kandang yang akan dilakukan pemeriksaan, setiap hewan masuk ke Tanjungpianng dilakukan pemeriksan. Untuk musim kurban tahun 2019 sampai saat ini sudah seribu hewan yang dilakukan pengecekan kesehatannya.

“Hewan kurban ini datang dari berbagai daerah, seperti Lampung, Sumatera Barat, Jambi dan lainnya, Hingga saat ini belum ada temuan hewan terjangkit penyakit, semua sehat dan harapannya saat dipotong nanti untuk kurban dapat  dikonsumsi oleh masyarakat,” tambahnya.

Ditempat yang sama, pemilik kandang Parholong, Parada Hakim Harahap, menyebutkan pemeriksaan hewan ditempatnya selalu dilakukan petugas ketika ada hewan kurban yang datang.

Petugas Barantan mengambil sampel darah sapi untuk diperiksa, Selasa (30/7). F.Peri Irawan / Batam Pos

Parada mengaku penjualan hewan kurban sapi pada tahun ini mengalami penurunan walaupun stok yang disediakan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, berbeda dengan kambing mengalami kenaikan, terlihat dari antusias masyarakat yang telah memesan kambing satu bulan sebelum lebaran kurban.

“Saat ini dari 75 ekor baru terjual 70 persen atau 50 ekor sapi dan persediaan kambing tahun ini 220 ekor dan baru terjual 30 persen karena penjualan meningkat seminggu pelaksanaan kurban,”kata Parada.

Parada menyebutkan, untuk harga jual kambing antara Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta, harga itu tergantung besar dan kecil kambing dengan berat antara 20 kg – 60 kg, sedangkan sapi dijual mulai dari Rp 18 juta sampai Rp 20 juta, dengan berat 250 kg sampai 300 kg.(cr2)