Plt Gubernur Kepri, H Isdianto saat kunjungi PT BAI belum lama ini. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (Kufpec) menjadi perusahaan tunggal yang akan menggarap minyak dan gas (Migas) di Blok Anambas, Kabupaten Anambas. Plt Gubernur Kepri, Isdianto berharap ada peningkatan pendapatan daerah dari blok tersebut. Terhitung sejak 10 Juni 2019 lalu, Kufpec akan mengelola blok itu sampai 30 tahun yang akan datang.

“Kufpec sudah melakukan penandatanganan komitmen kontrak bagi hasil Gross Split untuk Wilayah Kerja (WK) migas Anambas. Dengan penandatanganan ini, Kufpec resmi mengelola WK migas Anambas selama 30 tahun,” ujar Ikhsan Asmir, Vice President Perencaan, Kufpec usai bertemu Plt Gubernur Kepri, Isdianto di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Selasa (30/7).

Dijelaskannya, Kufpex wajib melakukan komitmen pasti eksplorasi selama tiga tahun pertama di blok migas Anambas. Komitmen tersebut berupa studi geologi dan geofisika, license purchase and reprocessing data 3D 600 kilometer persegi, serta pengeboran satu sumur eksplorasi dengan total investasi senilai US$ 35,2 juta.

Lebih lanjut katanya, Kufpec juga wajib membayar bonus tanda tangan (signature bonus) sebesar US$ 2,5 juta. Menurut Ikhsan, sebelum penandatanganan kontrak, Kufpec telah menyelesaikan kewajiban finansial dengan membayar bonus tanda tangan. Selain itu, Kufpec telah menyerahkan jaminan pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

“Wilayah Kerja Anambas dilelang oleh Pemerintah melalui Lelang Reguler Tahap I Tahun 2019 periode Februari-April 2019. Pemerintah mengumumkan pemenangnya pada 7 Mei 2019 lalu,” jelas Ikhsan.

Ditanya apakah Provinsi Kepri akan mendapatkan Participating Intres (PI) 10 persen dari Blok Anambas? Mengenai hal itu, Ikhasan mengatakan semua proses secara teknis sudah ada aturan yang mengatur. Pihaknya akan sangat terbuka dengan semua kemungkinan yang ada.

“Kita juga belum dapat memastikan berapa cadangan migas yang ada di blok tersebut. Begitu juga dengan lifting migas. Semuanya akan diketahui setelah proses eksplorasi selesai,” tutup Ikhsan.

Sementara itu, Plt Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan menyabut baik dengan adanya rencana eksplorasi dari perusahaan asal Timur Tengah tersebut. Ia berharap, potensi Sumber Daya Alam (SDM) yang ada di Kepri, bisa meningkatkan kesejahteraan daerah.

“Tentu semakin banyak sumur yang dibuka, maka manfaatnya dirasakan daerah semakin besar. Khusus dalam hal Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Karena Kepri adalah salah satu daerah penghasil Migas terbesar di Indonesia,” ujar Isdianto.(jpg)