Andi Muhammad Asrun, Pengacara Pemprov Kepri.F.Istimewa

PRO PINANG – Pengacara Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Andi Muhammad Asrun mengatakan, meskipun Gubernur Kepri tersebut sudah ditetapkan tersangka pada 11 Juli 2019 lalu oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun sampai saat ini, Gubernur belum diperiksa sebagai tersangka.

“Memang sudah ditetapkan tersangka. Tetapi belum diperiksa sebagai tersangka. Karena KPK masih fokus pada pendalaman keterangan saksi-saksi,” ujar Andi Muhammad Asrun, Selasa (30/7).

Akademisi Universitas Pakuan, Bogor tersebut menegaskan, dalam proses hukum yang berjalan ini, ia hanya menjadi pengacara dari Gubernur Nurdin Basirun. Sedangkan untuk tersangka Edy Sofyan dan Budy Hartono dihandle oleh advokat lain. Menurut Asrun, Gubernur Nurdin akan kooperatif dalam menghadapi proses hukum kedepan.

“Saya juga sudah sampaikan kepada Gubernur setiap bertemu, yakni untuk tetap kooperatif. Jika iya, katakan iya, kalau tidak bilang tidak. Jangan sampai berbelit-belit memberikan keterangan,” tegasnya.

Mantan Dosen Perguruan Tinggi Kepolisian (PTIK) tersebut juga mengatakan, hari ini (kemarin,red) Gubernur juga diperiksa sebagai saksi untuk salah satu tersangka. Ditegaskannya, pada posisi sebagai saksi, pemeriksaan tidak didampingi kuasa hukum.

“Kita menghormati kewenangan-kewenangan KPK. Karena penyidik akan melakukan klarifikasi atas keterangan yang didapat dari saksi lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, kondisi Gubernur Nurdin baik-baik saja. Disebutkan Asrun, selama berada dimasa penahanan, Gubernur lebih banyak membaca buku. Sebagai kuasa hukum, ia membekali dengan buku puisi tentang laut dan novel la tahzan.

“Selain itu ia juga meminta dibawakan makan kesukaanya, ayam goreng, pisang goreng, susu cap beruang, dan vitamin,” sebutnya.

Dikatakannya juga, untuk membela Gubernur Nurdin Basirun dari perkara suap reklamasi, pihaknya akan menyiapkan sejumlah bukti dan saksi. Menurutnya itu adalah upaya untuk membebaskan ataupun meringankan tuntutan hukum kepada Gubernur.

“Tim Hukum akan mempersiapkan materi perkara, saksi-saksi dan bukti-bukti untuk mendudukkan keadaan sesungguhnya,” tegasnya lagi.

Ditambahkannya, ia mengharapkan doa masyarakat Kepri agar Pak Nurdin bisa melalui cobaan hidup yang berat ini. Meskipun KPK sudah membeberkan sejumlah bukti tentang suap reklamasi yang diterima Gubernur Kepri, ia berkeyakinan Gubernur bukanlah kreator dalam persoalan ini.

“Bersalah atau tidaknya nanti Pengadilan yang memutuskan. Sekarang ini, kita ikuti dan hormati proses hukum yang berjalan,” tutup Andi Muhammad Asrun.(jpg)