Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik, BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Agusrianto. F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Sebanyak 7.406 peserta yang terdaftar dalam Penerimaan Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Tanjungpinang dinonaktifkan.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Umum, dan Komunikasi Publik, Agusrianto menjelaskan wilayah kerja BPJS kantor cabang Tanjungpinang meliputi Bintan, Anambas, Lingga, Natuna dan, Kota Tanjungpinang sehingga seluruhnya sebanyak 7.406 jiwa.

“Masing-masing untuk yang dinonaktifkan dari Kabupaten Bintan sebanyak 1.769 jiwa, Anambas sebanyak 1.438 jiwa, Lingga sebanyak 1.004, Natuna sebanyak 1.524 jiwa dan Tanjungpinang 1.671 jiwa,” kata Agus, Jum’at (2/8).

Dijelaskan Agus, tindakan itu mengacu kepada Keputusan Menteri Sosial, Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Penonaktifan dan perubahan data peserta PBI BPJS tahun 2019.

“Alasanya kami hanya mengacu pada SK (Surat Keterangan) tersebut, karena memang ada perbaikan dan pembaruan data dari kementerian sosial permintaan ke BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Secara nasional yang dicover pemerintah itu tidak berubah yaitu sebanyak 96,8 juta jiwa, dimana saat ada penonaktifan juga ada penambahan, seperti di wilayah kerja BPJS Kesehatan Tanjungpinang terdapat 1.604 jiwa yang masuk ke dalam PBI.

“Seprti Bintan ada penambahan sebanyak 127 Jiwa, Anambas Satu Jiwa, Lingga sebanyak 449 Jiwa, Natuna Satu, dan Tanjungpinang sebanyak 1.026 Jiwa,” paparnya.

Dari pemaparan Kementerian Sosial memang untuk pembaharuan data dan hampir sebagian besar memang peserta yang dinonaktifkan adalah peserta yang non Basis Data Terpadu (BDT).

“Artinya penilaian Kemensos belum masuk kategori penerima bantuan,” tambahnya.

Selain itu, alasan penonaktifan secara nasional  yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tak valid, selama empat tahun tak menggunakan layanan PBI BPJS Kesehatan, adanya data kependudukan peserta yang sudah meninggal dunia. (cr2)