H Irwansyah SE MM, Anggota Komisi III DPRD Kepri.F.Istimewa

PRO PINANG – Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengkhawatirkan banyak kegiatan strategis Pemprov Kepri terancam tidak terlaksana. Menurutnya, sudah memasuki bulan Agutus Tahun Anggaran (TA) 2019, kegiatan strategis yang tuntas lelang belum ada 50 persen. Situasi ini menunjukan lemahnya kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri.

“Pemprov sudah menetapkan ada 76 proyek strategis yang tersebar di 11 OPD. Namun sampai akhir Juli 2019 jumlah yang siap lelang masih pada angka 31. Artinya belum mencapai 50 persen,” ujar Irwansyah, Jumat (2/8).

Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut, awal pekan mendatang, Komisi III DPRD Kepri yang membidani masalah pembangunanan infrastruktur, akan melakukan rapat evaluasi realiasi bersama Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Pemukiman, dan Dinas Perhubungan.

“OPD-OPD tersebut adalah yang memegang sejumlah kegiatan strategis. Nanti akan kita kupas satu persatu, apa yang menjadi penyebab lambatnya realiasasi kegiatan strategis tersebut,” tegas Mantan Legislator DPRD Batam tersebut.

Belum lama ini, Plt Gubernur Kepri, Isdianto menyampaikan terus mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri untuk mempercepat perealisasian proyek fisik tahun 2019. Pasalnya, hingga pertengahan tahun 2019 ini perealisasian pembangunan fisik belum mencapai angka 50 Persen.

“Melihat capaian perealisasian proyek fisik tahun 2019 ini kita terus mendorong setiap OPD mempercepat proses pelaksanaan program pembangunan fisik,” ujar Isdianto di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Menurut Isdianto, pihaknya juga meminta setiap OPD untuk melaporkan secara intensif persoalan yang menjadi alasan terlambat pembangunan fisik tahun 2019 ini. Ia mengharapkan hingga akhir tahun semua proyek fisik di tahun 2019 ini dapat terselesaikan dan terealisasi dengan baik. Untuk itu, Isdianto juga meminta seluruh OPD untuk bekerja sesuai aturan yang ada.

“Sehingga pembangunan yang ada dapat terlaksana sesuai target dan batas waktu yang ada,” jelas Isdianto.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Kepri terus menggesa lelang proyek strategis Tahun Anggaran (TA) 2019. Kepala Biro Layanan Pengadaan (BLP) Provinsi Kepri, Misbardi mengatakan sampai saat ini sudah 31 kegiatan strategis yang selesai lelang.

Mantan Kepala Biro Umum, Pemprov Kepri tersebut menjelaskan, 31 paket yang sudah tuntas tersebut pagu anggarannya sebesad Rp148 miliar. Menurut Misbardi, proyek strategis yang siap lelang jumlahnya sudah mendekati 50 persen. Karena kegiatan strategis dari 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang harus dituntaskan adalah 76 paket proyek.

“Artinya masih ada 41 paket kegiatan yang harus dikejar disisa waktu yang ada,” jelas Misbardi.

Lebih lanjut katanya, dari data Proyek Strategis melalui anggaran APBD TA 2019 Pemerintah Provinsi Kepri dari 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri, hingga memasuki pertengahan tahun 2019, masih banyak yang belum dilakukan tender atau pelelangan. Secara keseluruhan baru rampung 34,21 persen.

“Data rekapitulasi tender paket strategis Pemprov Kepri TA 2019 melalui Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Provinsi Kepri hingga tanggal 12 Juli ini, dari 11 OPD dari total 76 paket dengan total anggaran Rp432,3 miliar lebih, baru selesai tender sebanyak 31 paket,” jelas Misbardi.(jpg)