Stasiun pengisian bahan bakar bunker (SPBB) Pertamina di Kepri. (Pertamina)

PRO PINANG – Pertamina memastikan kebutuhan solar untuk nelayan di Provinsi Kepulauan Riau terpenuhi setiap harinya meskipun ada peningkatan permintaan.

“Tidak ada kelangkaan solar subsidi untuk nelayan,” kata Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Sabtu.

Ia mengatakan kuota solar bersubsidi untuk nelayan sampai Juli 2019 mencapai 50.529 liter. Namun harus ditambah karena disesuaikan dengan kebutuhan nelayan berdasarkan permintaan.

Berdasarkan catatan Pertamina, kebutuhan solar untuk nelayan di Kepri hingga Juli 2019 mencapai 61.660 liter.

“Kami penuhi kebutuhan nelayan dengan realisasi meningkat hingga 18 persen,” katanya.

Roby menjelaskan harga solar bersubsidi yang dijual stasiun pengisian bahan bakar bunker (SPBB) di Kepri Rp5.150/liter. Di Kepri terdapat dua SPBB, salah satunya berada di Tanjunguban.

Ia memastikan solar disalurkan sesuai dengan peruntukkannya. Sejauh ini belum ditemukan solar bersubsidi tersebut diselewengkan untuk kepentingan industri atau lainnya.

“Proses pendistribusian hingga penjualan kami awasi. Sejauh ini tidak ada permasalahan,” tegasnya.

Roby mengatakan penjualan solar untuk nelayan juga berdasarkan rekomendasi Dinas Kelautan dan Perikanan, terutama bagi nelayan yang membeli solar dengan menggunakan jeriken.

“Tanpa rekomendasi dari dinas terkait, kami tidak menjualnya,” kata dia.

Sementara terkait rincian kebutuhan solar untuk setiap nelayan ataupun kelompok nelayan, belum diketahui nelayan. Hal itu disebabkan kebutuhan masing-masing nelayan maupun kelompok nelayan dalam setiap hari maupun setiap pekan berubah-ubah karena dipengaruhi intensitas mereka di laut.

“Kebutuhan nelayan disesuaikan dengan intensitasnya di laut,” ucapnya. (ant/gun)

Loading...