Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, Arison.F.Dokumen Pribadi untuk Batam Pos

PRO PINANG – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, Arison mengatakan berdasarkan pleno awal KPU ada 6 srinkandi yang duduk di DPRD Kepri untuk priode 2019-2024 mendatang. Namun dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Sengketa Pemilihan Umum (Pemilu), Selasa (6/8) lalu, satu srikandi dinyatakan tersisih. Sehingga keterwakilan perempuan di DPRD Kepri hanya 11 persen.

“Dengan adanya putusan terbaru tersebut, hanya ada lima srikandi yang akan duduk diantara 45 kursi DPRD Kepri untuk priode lima tahun kedepan. Artinya 89 persen masih didominasi legislator laki-laki,” ujar Arison, Rabu (7/8) di Tanjungpinang.

Pria yang duduk di Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, KPU Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, rapat pleno menetapkan anggota Legislatif DPRD Kepri terpilih paska adanya sidang MK akan dilakukan setelah terbitnya petunjuk teknis (juknis) dari KPU RI. Menurut Arison, dari 45 nama yang sudah diplenokan beberapa waktu lalu, perubahan komposisi hanya terjadi di Dapil Kepri IV (Batu Ampar, Bengkong, Lubuk Baja, Batam Kota).

“Yakni dari Asnah menjadi Nyang Nyang. Apa yang sudah diputuskan MK, tentunya sudah final dan mengingkat. Kita didaerah tentunya hanya sebagai pelaksana keputusan tersebut,” jelas Mantan Ketua KPU Bintan tersebut.

Ditanya tanggal pasti pelantikan DPRD Kepri terpilih? Mengenai hal itu, Arison mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Adapun jadwal pelantikkan tersebut dilakukan bersamaan berakhir jabatan DPRD Kepri dan Kabupaten/Kota. Menurutnya, khusus untuk DPRD Kepri masa jabatan priode 2014-2019 akan berakhir pada 9 September 2019 mendatang. Sedangkan untuk Kabupaten/Kota juga menyesuaikan.

Belum lama ini, Kasubag Humas DPRD Kepri, Patrik Nababan mengatakan sebanyak 45 Anggota DPRD Kepri terpilih hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April 2019 lalu dijadwalkan dilantik pada 9 September 2019 mendatang. Menurutnya, DPRD Kepri masih menunggu keputusan final dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang masih berproses. Terkait rencana pelantikkan ini, Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kepri akan segera menggelar rapat.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil Pleno KPU Provinsi Kepri lalu, hanya ada 10 Partai Politik (Parpol) yang berbagi kursi DPRD Kepri untuk periode lima tahun kedepan. Parpol tersebut adalah PDI Perjuangan, Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Banyak wajah-wajah baru yang akan mewarnai DPRD Kepri nanti. Dari Dapil Kepri 1 (Tanjungpinang) adalah Lis Darmansyah, Eis Aswati, Bobby Jayanto. Kemudian dari Kepri II (Bintan-Lingga) ada nama Debby Maryanti, Harlianto, Kamaruddin Ali, dan Khazalik.

Melangkah ke Kepri III (Karimun), ada nama Bakti Lubis, dan Zainuddin Ahmad. Selanjut Kepri IV (Batu Ampar, Bengkong, Lubuk Baja, Batam Kota) ada Uba Ingan Sigalingging, Raden Hari Cahyono, Yudi Kurnain, Surya Sardi, Nyang Nyang dan Wirya Putra Silalahi. Berikutnya di Kepri V (Sekupang, Batu Aji, Sagulung, Belakangpadang) ada Sugianto, M. Ridho, dan Suigwan. Wahyu Wahyudin menjadi satu-satunya wajah baru dari Dapil Kepri VI (Sei Beduk, Sembulang, Galang, Nongsa). Sedangkan dari Dapil Kepri VII adalah nama Hadi Candra, dan Ilyas Sabli (database lengkap lihat tabel,red). (jpg)